Penjaringan Atlet Tetap Fleksibel

KONI Lobar, H. Suherman
Lombok Barat (postkotantb.com)- Dalam rangka Hari Pancasila 1 Juni 2021, KONI Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berkomitmen, akan terus menjaring atlet berbakat demi mengharumkan nama daerah.

"Pancasila ini fleksibel, kita juga fleksibel. Apapun agamanya, sukunya, siapapun yang penting dia ada niat untuk membela dan mengharumkan nama daerah kabupaten, provinsi dan negara, kami tetap support. Disitulah keragaman yang terpancar dari pancasila itu. Kalau tidak ada atlet tidak ada bendera merah putih yang berkibar di negara lain," tutur Ketua KONI Lobar, H. Suherman belum lama ini.

Sebaliknya, dalam penjaringan regenerasi atlet, diakui dia, dari 24 cabang olahraga (Cabor), per cabor diberikan target minimal satu atlet, satu pretasi. Ke depan, para atlet muda tersebut, akan digenjot hingga menjadi atlet yang berprestasi di tingkat dunia.

Di sisi lain, KONI Lobar memberikan apresiasi terhadap semangat para atlet serta pelatih (Coach,red) yang ada. Kendati masih ada yang berstatus ASN, lanjut dia, para pelatih tetap legowo mengasah kemampuan atlet di kabupaten tersebut. Sehingga KONI Lobar tidak terkesan tinggal diam dalam menggenjot semangat para atlet.

"Alhamdulillah sejauh ini, tiap akhir pekan tetap diadakan latihan di setiap cabang olahraga. Bagi yang masih ada giat atau yang ASN, mereka akan mengadakan latihan di sore hari. Saya rasa ini sudah sangat luar biasa. Jadi kami tidak diam," imbuhnya.

Soal prestasi, kata dia, KONI Lobar menargetkan minimal satu atlet yang berprestasi untuk setiap cabor. Baik berprestasi di tingkat daerah, nasional hingga mendunia. sebelumnya, atlet di kabupaten ini menyabet prestasi baik di olahraga atletik, pencak silat,Volly dan karate.

"Para atlet kami banyak yang telah mendapatkan medali emas. Selanjutnya atletik untuk lompat gawang, nyaris memenangkan medali emas di Jakarta. Tapi dia sudah keluar karena ikatan dinas di TNI Angkatan Laut," bebernya.

Sebaliknya, pria ini mengkritisi kebijakan pemerintah. Di mana setiap atlet yang berprestasi, dijadikan ASN. Dia menilai, atlet berprestasi, jangan hanya ditempatkan sebagai ASN. Atlet sebaiknya ditempatkan di perusahaan BUMN atau pekerjaan lainnya.

"Itu Abdee Negara, salah satu personel Band Slank yang sekarang sudah diangkat jadi Komisaris PT Telkom. Kan bingung kita. Kenapa tidak atlet kita yang sehat-sehat ini. Kan Mereka sudah teruji kesehatan dan energinya," singgungnya.

Kurang Beruntung

Tidak seperti sebelumnya. Tahun 2021, bidang olahraga mengalami ketidakberuntungan. Pasalnya, jatah anggaran untuk kegiatan KONI Lobar minus, disebabkan pandemi Covid 19. Namun, Kondisi demikian, tidak menghalangi support pembinaan terhadap para atlet.

Salah satunya olahraga Badminton. Para atlet akan memperoleh gaji Rp. 750 ribu beserta baju dan sepatu hingga perbaikan raket.

"Meski di luar terlihat adem, namun cabor tetap berjalan. Setiap minggu, tetap ada laporan dari cabor. Baik Muay Thai, Paralayang yang kemarin juga dapat medali emas. Untuk bela diri Muay Thai, kami targetkan lima medali emas di Porprov," jelasnya.

Sebaliknya, Dia mengimbau seluruh pengurus cabor agar bersinergi dalam menciptakan gebrakan prestasi di daerah. Menurutnya, keberadaan KONI sebagai support terhadap cabor untuk menelurkan atlet berprestasi.

"Cabor menjadi ujung tombak KONI. Jangan hanya ketua umum saja yang kelihatan. Kami menjalin hubungan ke atas, mereka harus bisa jalan. Kami tetap mengontrol, bagaimana cabor ini bisa berjalan dan berprestasi," imbaunya.(RIN)