Bang Zul: Tidak Boleh Abai, Varian Baru Lebih Mematikan

Gubernur NTB Berkunjung di Desa Tatar, Sekongkang, Sumbawa Barat, Jumat (9/10).

Sumbawa Barat (postkotantb.com)- Pandemi yang masih mengancam harus disikapi bijaksana. Tidak mengabaikan tapi juga tidak panik berlebihan. Meski Desa Tatar diklaim zona hijau se KSB, Gubernur berpesan agar protokol kesehatan tetap dijaga.

"Karena dampak (pandemi) pada ekonomi orang lebih takut kehilangan pekerjaan. Tapi kita juga tidak boleh abai apalagi  varian baru Covid 19 ini lebih mematikan dari sebelumnya," ujar Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah saat berkunjung ke Desa Tatar, Sekongkang, kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (09/07). 

Selain berkunjung dan mendengar keluhan, Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, mencoba mendorong potensi desa. Antara lain UKM Batako dan Pariwisata.

Asif, warga dusun Tabiung, memulai usaha pembuatan batako, paving block dan lainnya sejak setahun lalu. Ia membutuhkan modal untuk pengembangan usaha karena sanggup menciptakan lapangan kerja dan potensi pasar yang besar. 

Warga lainnya, Lalu Kamarudin, mengatakan, wisata pantai Tabiung dan Muara Punak potensial untuk dikembangkan. Hanya saja lahan tersebut masih dikelola dinas lingkungan hidup sehingga masyarakat mengusulkan pengelolaan menjadi tujuan wisata untuk usaha desa. 

Kepala desa Tatar, M. Yunus menambahkan, warga desa yang sejak 1996 bertransmigrasi ke KSB sebagian besarnya dihuni warga suku Sasak, Lombok dan berprofesi sebagai petani. Beberapa warga memang masih belum memilikin rumah layak huni selain irigasi peninggalan PT. Newmont 25 tahun lalu yang membutuhkan rehab.

"Petani desa Tatar membutuhkan embung agar panen bisa baik lagi," pintanya.(DiskominfotikNTB/RIN)