Matsama MTsN 1 Loteng Ditutup

Masdiono: Kami sengaja mengambil Tiga M untuk mengambil ibrah, agar santri jadi agen perubahan

Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Pengenalan Masa Ta'rruf Siswa Madrasah (Matsama), yang telah digelar secara serentak, selama tiga hari mulai dari hari Senin lalu, hari ini serentak di tutup, termasuk di MTsN 1 Loteng.

Kepala MTsN 1 Loteng Masdiono mengatakan, setelah beberapa program matsama selesai dilaksanakan, hari ini Rabu (14/7) resmi di tutup.

"Alhamdulillah semua program matsama, selama tiga hari berjalan dengan lancar. Masing masing agenda sudah dilaksanakan sesuai rencana," katanya di ruang kerjanya.

Ada beberapa agenda yang  dikemas dengan tiga M, yakni Mu'allimun, Murobiyun dan Mudabiyun, Alhamdulillah semuanya sudah tersalurkan.

Oleh karenanya pihaknya berharap hikmah dari tiga M tersebut bisa dimaknai oleh masing masing santri, sehingga nantinya para santri diharapkan bisa menjadikannya pelajaran bagi dirinya sendiri untuk lebih baik.

Sebab hanya para santri inilah yang diharapkan sebagai agen moderasi beragama. Selain itu para santri tersebut, bisa lebih aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian pelajaran yang akan diberikan  oleh para gurunya, selepas mereka aktif belajar.

Dan alhasil dari semuanya itu, nantinya bisa menaikkan grit atau nama baik madrasah melalui prestasi mereka masing masing.

Selanjutnya, kepada para pembina atau guru madrasah, juga akan dilakukan musyawarah untuk membahas bagaimana mengimplementasikan agenda yang sudah diberikan, selama pelaksanaan matsama berlangsung.

"Melangsungkan agenda yang sudah kita lakukan, bukan hanya menitik beratkan pada santri saja, namun terhadap guru juga kita akan lakukan penekanan, sehingga alhasil dari apa yang sudah kita agendakan dalam program matsama, tepat sasaran dan mengalir sesuai yang kita inginkan," ungkapnya.

Sehingga apa yang menjadi keinginan dan harapan selama kegiatan matsama ini, tidak lepas dari motto Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Dirjend Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu mencetak generasi “Hebat dan Bermartabat”; generasi yang tidak hanya cerdas secara akal, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter. (AP)