Program Pamsimas Di Kecamatan Maluk Sia-Sia, Belum Mampu Wujudkan Harapan Masyarakat

Sumbawa Barat - (postkotantb.com) – Empat Desa yang mendapatkan Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang ada di kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dinilai program yang sia sia dan mubazir.

Pasalnya, program yang dilaksanakan pada tahun 2018 lalu dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender, hingga saat ini tidak berfungsi dan gagal mendistribusikan air kepada masyarakat.

Salah satu warga Desa Pasir Putih, Nurman, warga Kampung Ballas Desa Pasir Putih kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021) menyampaikan peruntungan program Pamsimas ini adalah untuk masyarakat, dimana keperluan air sangat dibutuhkan terutama pada saat musim kemarau.

“jangankan ada air setetes dari program pembangunan Pamsimas, pipa sebagai sarana untuk mendistribusikan air saja ke warga tidak ditimbun. Ini jadi percuma, ungkapnya yang tinggal tidak jauh dari tower Air Pamsimas.

Nurman juga menyayangkan pembuatan tower air Pamsimas di ballas yang dinilainya tidak sesuai karena jarak cukup jauh antara tower dengan perkampungan warga. Selain posisi tower Pamsimas terlalu rendah, kondisi tower yang saat ini bocor dan tidak bisa menampung air.

Sumur bor untuk Pamsimas Desa Pasir Putih sudah ada, walaupun sebelumnya dari Dinas Pertanian untuk keperluan para petani, namun airnya tetap tidak bisa dinikmati warga. sebab proyeknya belum selesai, padahal peresmian sudah dilakukan tahun lalu, ungkapnya.

Tidak hanya di Desa Pasir Putih, desa lain yang mendapatkan program Pamsimas di kecamatan Maluk diantaranya Desa Benete dan Desa Bukit Damai, namun hingga saat ini air yang diharapkan dari program Pamsimas belum mampu mewujudkan harapan warga setempat.

hal senada juga diungkapkan Muhjar, Mantan Pendamping Lokal Desa (PLD) mengatakan,Program Pamsimas merupakan Program Nasional yang diselenggarakan dari Kementerian dengan menghabiskan anggaran yang bersumber dari APBN, APBDes, In-Cash dan In-Kand warga dengan jumlah sekitar milyaran rupiah dari empat desa tersebut, ujarnya.

“Program ini sudah jelas dan sudah dianggarkan sekitar 300 juta rupiah tiap Desa yang mendapatkan program Pamsimas. akan tetapi sampai hari ini airnya tidak bisa dinikmati oleh warga Bukit Damai”, Terangnya.

Sementara itu, Warga pantai Desa Benete, Husni Ati, mengaku bahwa kebutuhan air sangat diperlukan mengingat pada saat musim kemarau air sumur di rumah warga kadang kering.

“saat ini kami masih menggunakan air sumur sendiri sedangkan air dari Program Pamsimas sudah lama tidak keluar padahal kami membutuh air”, ungkapnya.

hasil investigasi di lapangan dari empat desa yang mendapatkan program Pamsimas, yaitu Desa Pasir Putih, Desa Benete, Desa Bukit Damai, dan Desa Maluk, airnya tidak jalan.

Selain itu, Pompa Satelit yang berada di dalam Sumur Bor Pamsimas Desa Pasir Putih tidak terpasang dan Panel kKelistrikan di dalam Area Gardu tidak tertata dengan baik.(erwin)