Ruslan Pertanyakan Kredibilitas Poltekpar Lombok

 

Ruslan Turmuzi (kiri) Heri Sastrawan (kanan)

(Postkotantb.com)- Keberadaan Poltekpar Lombok yang berlokasi di Lombok Tengah (Loteng), sampai saat ini, dinilai sejumlah anggota dewan tingkat 1, belum menunjukkan kontribusinya bagi pembangunan daerah. 

Seperti yang dikatakan anggota DPRD Provinsi NTB Ruslan Turmuzi. Kepada Postkotantb ia mengaku kecewa terhadap management poltekpar Lombok, yang sampai saat ini belum juga menunjukkan prestasi, membangun Daerah.

"Jujur sampai saat ini saya masih ragu dengan keberadaan poltekpar Lombok," cetusnya belum lama ini.

Keraguan tersebut lanjut Politisi kawakan PDI Perjuangan, sebab sampai saat ini pihaknya tidak pernah mendengar ada Mahasiswa mahasiswi poltekpar yang diwisuda kan, layaknya kampus lain yang ada di NTB.

Sehingga sangat wajar jika kepercayaan terhadap kampus yang bergerak dibidang pariwisata ini, patut dipertanyakan.

"Jangankan prestasi, wisuda saja saya tak pernah dengar," sambungnya.

Sedangkan keberadaan poltekpar, jika dirunut lamanya beroperasi mulai dari Mataram hingga pindah ke Loteng, sudah masanya melakukan pengukuhan atau mewisuda kan mahasiswa mahasiswi nya, namun ironisnya, hal tersebut tidak pernah ia dengar.

"Jika kampus kampus lain melaksanakan wisuda pasti ramai dan terekspos, sedangkan poltekpar Lombok dari Mataram sampai pindah ke Loteng, tidak pernah melakukan wisuda," tanyanya.

Atas hal itu, pihaknya heran apakah pihak poltekpar Lombok tidak pernah memikirkan nasib para mahasiswa mahasiswi nya, terutama mereka yang sudah selesaikan studinya.

Selanjutnya kepada para mahasiswa mahasiswi yang sudah selesai masa pendidikannya, jika benar tidak pernah di wisuda atau diberikan legalitas pernah menempuh pendidikan di Poltekpar Lombok, pihaknya berharap untuk buka suara.

"Sisi lain saya juga heran kepada para mahasiswa mahasiswi yang sudah selesai namun tidak pernah dikukuhkan dan mereka diam, saya harapkan mereka buka suara jika benar mereka sudah selesaikan studinya namun belum diberikan legalitas mereka seperti ijazah, biar kita turun untuk menanyakannya," pintanya.

Terpisah Bagian Humas poltekpar Lombok Heri Sastrawan membantah kalau poltekpar Lombok tidak pernah melaksanakan wisuda. 

"Mohon maaf, apa yang dikatakan anggota dewan itu tidak benar, sebab kami dari poltekpar sudah melaksanakan wisuda layaknya kampus yang lain," katanya.

Dikatakan, sejak tahun 2016 beroperasi hingga pindah ke Loteng, Wisuda perdana sudah dilakukan pada bulan Oktober tahun 2020. Hanya saja itu dilakukan secara on-line, disebabkan kondisi pandemi. Wisuda tersebut dilakukan secara serentak bersama enam Poltekpar se Indonesia. 

"Bulan Oktober lalu kita lakukan wisuda Serentak on-line bersama poltekpar se Indonesia," terangnya.

Dalam wisuda tersebut, pihaknya bekerjasama dengan salah satu media besar di NTB dan hanya mengundang pejabat Pemprov dan Pemda Loteng. "Kita juga undang media cetak saat itu, yang mempublikasikannya," jelasnya.

Selanjutnya, kenapa pihak poltekpar hanya melakukan sekali wisuda sejak beroperasi tahun 2016. Pasalnya sebelum tahun  2020 status poltekpar Lombok masih akreditasi C, sehingga pihaknya mengundang para mahasiswa yang akan tamat perdana dan wali, agar menunggu status poltekpar Lombok mendapat predikat akreditasi baik dan Alhamdulillah sebelum bulan Oktober 2020, poltekpar Lombok sudah naik status akreditasi baik, dan barulah melakukan wisuda perdana.

"Kita sudah jelaskan ke para mahasiswa dan wali, kalau ijazah akreditasi C kurang baik, sehingga kami minta naik status baru melaksanakan wisuda dan mereka semua setuju dan tak ada masalah," terangnya.

Wisuda perdana ada 314 mahasiswa yang sudah di wisuda kan dan insyaallah wisuda ke dua akan dilaksanakan pada bulan September mendatang dan insyaallah akan di pimpin oleh  menteri pariwisata Sandiaga Uno.

"September insyaallah kita akan lakukan wisuda untuk ke dua kalinya, dan insyallah akan dipimpin oleh pak menteri pariwisata," ungkapnya.

Hanya saja lanjutnya, prosesi wisuda yang ke dua ada konsep lain, jika musibah pandemi masih sampai bulan September. September 2021 kita akan lakukan prosesi wisuda lagi. Ada konsep lain yang akan kita lakukan jika pandemi ini masih, konsepnya adalah masing masing kampus akan mengirimkan dua wisudawan dan wisuda akan dilakukan secara online," tutupnya (AP)