Jalal, Jika Dewan Menilai Kami Kurang Profesional, Silahkan Kroscek ke Lapangan


Lombok Tengah (Postkotantb.com)- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, khususnya petugas pemulasaraan jenazah Covid-19, menantang anggota dewan Lombok Tengah (Loteng), untuk turun langsung ke lapangan agar para anggota dewan yang terhormat melihat secara langsung, bagaimana caranya para petugas melakukan pemulasaraan terhadap jenazah Covid-19.

Demikian dikatakan petugas pemulasaraan Covid-19, Jalaluddin, Selasa (28/07).

Kenapa pihaknya mengatakan demikian, sebab pihaknya selaku petugas di bagian pemulasaraan atau petugas jenazah mulai dari prosesi pemandian, mengapani hingga menguburkan, itu sudah ia lakukan.

Dan tidak sedikit yang sudah ia makamkan layaknya pemakaman jenazah Covid-19. 

"Jenazah yang terpapar Covid-19, sangat banyak yang sudah ia makamkan, hanya saja yang saya ingat. Terhitung bulan Januari sampai April 2021 ada sekitar 60 jenazah yang meninggal di sebabkan Covid-19 dan itu sudah kita makamkan sesuai aturan pemakaman Covid-19," terangnya.

Hanya saja lanjutnya, pemakaman sesuai Covid-19 tetap mengedepankan kebijakan artinya, sebelum dilakukan petugas terlebih dahulu melakukan konsultasi dengan keluarga jenazah.

Ketika keluarganya mengijinkan, petugas langsung lakukan, dan sebaliknya ketika keluarganya tidak mengijinkan, petugas hanya memberikan bimbingan kepada petugas yang akan melakukan prosesi pemandian, mengapani hingga menguburkan.

"Kendati ada jenazah yang meninggal dunia disebabkan Covid-19, kami dari petugas tetap mengedepankan konsultasi dengan keluarga jenazah, jika mengijinkan kita lakukan dan sebaliknya namun tetap kita berikan petunjuk, agar tidak terjadi penularan," ujarnya.

Bagi keluarga yang tidak mengijinkan, pihaknya selaku petugas pemulasaraan memberikan petunjuk dan memberikan APD kepada petugas yang sudah ditunjuk oleh keluarga jenazah.

Terkecuali jenazah wanita, petugas hanya memberikan petunjuk dan memberikan petugas APD. " Kita tetap kedepankan kebijakan, sebab kita tau sama sama bagaimana kentalnya budaya Sasak yang agamais dan kita juga tak mau dalam prosesi pemakaman berbenturan dengan masyarakat," tutupnya. (AP)