Bakohumas Tak Boleh Anti Kritik

SINERGI DAN KOLABORASI: Kepala Diskominfotik NTB menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi, Selasa (31/8).

 POSTKOTANTB, Lombok Utara- Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfotik) NTB, Dr. Najamuddin Amy, mengatakan, dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam desiminasi informasi bagi pemerintah, peran stakeholder sangatlah penting.

"Sinergi dan kolaborasi adalah keharusan di tengah banyaknya arus informasi yang semakin bias dan tidak terkendalikan. Bahkan, kepakaran hilang dilampaui oleh disinformasi hingga terjadinya miskomunikasi," katanya, dalam acara Bakohumas Kabupaten Lombok Utara (Lotara), Selasa (31/8).

Menurutnya, membangun sinergi dan kolaborasi, membutuhkan strategi serta  manajemen terukur. Sehingga, upaya informasi yang akurat, dapat di sampaikan di tengah kondisi arus informasi, terlebih di era pandemi. Strategi dan manajemen informasi yang baik, harus melibatkan semua pihak.

"Itulah kolaborasi. Jangan merasa bisa sendiri. Ketika menyalurkan informasi kepada publik, harus dengan bahasa yang jelas dan dikemas, dengan sebaik mungkin juga tidak boleh anti kritik," cetusnya. Dalam kesempatan tersebut, Doktor Najm memuji langkah Bakohumas Lotara. Melalui kegiatan ini yang menghadirkan berbagai PPID, OPD, stakeholder dan Jurnalis, sebagai langkah untuk membangun sinergitas

Karena, melalui kegiatan tersebut, Bakohumas Lotara telah menghadirkan berbagai PPID OPD, stackholder juga jurnalis, sebagai langkah membangun sinergi desiminasi informasi. Sehingga, dia berharap agar sinergi dan kolaborasi, terus dibangun agar segala potensi yang ada di Lombok utara dapat menjadi modal besar pembangunan yang berkelanjutan.

"Ini sangat bagus dan kami di Pemprov NTB, dalam membangun sinergi dan kolaborasi, terus melakukan perbaikan-perbaikan, membentuk forum Jurnalis, meningkatkan pelayanan publik, melalui berbagai media NTB Care, NTB satu Data, JPS Gemilang, RS Covid Trauma Center,  Forum PPID, dan mengemas berbagai informasi dalam kegiatan Bincang Gemilang. Upaya ini cara pemerintah merespon keluh kesah masyrakat, upaya pemerintah hadir ditengah-tengah masyrakat apalagi dimasa pandemi covid-19," bebernya.

Di sisi lain, tegas dia, tugas kehumasan adalah tugas semua orang. siapapun dapat menyampaikan informasi agar  informasi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan catatan, tidak menyebarkan informasi yang dapat memicu berbagai problem sosial. Sebab, upaya mencerdaskan masyarakat, sudah menjadi tugas bersama.

"Sebagai upaya menghindari disinformasi yang akibatnya dapat memicu berbagai masalah ditengah masyrakat kita. Sekali lagi, tidak boleh anti kritik" tegasnya.

Senada disampaikan narasumber dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Bang Latief. Diakui dia, menjadi Jurnalis harus menjaga Kode etik, tidak semata-mata mengungkap masalah, namun menjadi jurnalis solusi.

Sementara itu, Bupati Lotara, H. Djohan Sjamsu, SH, berpesan, ke depan, Bakohumas dan Jurnalis agar terus berperan aktif, dalam menyebarkan informasi baik kepada masyarakat. Khususnya, terkait upaya pemulihan kesehatan serta pemulihan ekonomi, akibat pandemi Covid-19.

"Kami berharap agar Jurnalis, Bakohumas bersinergi dalam menyebarkan informasi baik, media dan Jurnalis bisa menampilkan berbagai upaya pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19, baik seruan protokol kesehatan covid dan lebih lagi soal potensi kita di KLU yang harus terus di informasikan kepada masyrakat, dan ini butuh sinergi kita semua,"jelasnya.


(DiskominfotikNTB/RIN)