Dikbud NTB Resmi Luncurkan Program Sabtu Budaya

MUSIK TRADISIONAL: Saat pembukaan acara peluncuran program inovatif Sabtu Budaya, para hadirin dimanjakan dengan musik khas Pulau Lombok, Gendang Beleq, Senin (30/8).

Wagub NTB: Sabtu Budaya, Bentuk Karakter Mulia dan Cinta Budaya

POSTKOTANTB, Lombok Barat- Dalam rangka membangun suasana belajar di lingkungan sekolah, Pemerintah Provinsi NTB, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB kembali meluncurkan Program inovatif bertajuk, Sabtu Budaya.

Acara peluncuran terselenggara di SMAN 1 Lingsar Lombok Barat (Lobar), Senin (30/8). Turut hadir, Wakil Gubernur NTB didampingi Asisten 1, Staf Ahli Gubernur, Bidang Sosmas, Karo Adpim, Rektor UNU NTB, Kabid Kebudayaan Dikbud NTB dan sejumlah eselon III dan jajaran Dikbud NTB.

Dalam Sambutannya, Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., berpesan, Kegiatan Inovasi Sabtu Budaya, diharapkan mampu membentuk karakter mulia anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan.

Memiliki rasa cinta, kepedulian dan bangga dengan budaya lokal dan traditional. Sehingga, kata Rohmi, kebanggaan tersebut ke depan, akan terus menanamkan nilai-nilai luhur yang diwariskan agar bangsa ini kuat, dengan tetap mempertahankan dan merawat budaya tradisional.

"Kegiatan Sabtu Budaya, berisi praktek-praktek. Baik tentang, gotong royong,permainan rakyat, olahraga traditional dan penguatan pengembangan organisasi sekolah. Jadi program dan inovasi yang ada, harus terus berjalan, berkesinambungan dan terus menerus meningkat kualitasnya. Sehingga menjadi kebiasaan yang dapat mengubah pola pikir atau perilaku masyarakat," tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Rohmi juga memberikan apresiasi inovasi Sabtu Budaya ini. Menurutnya, ukuran keberhasilan Sabtu Budaya ini, apabila setahun kemudian lebih semarak dan membumi lagi. Bahkan masih banyak nilai-nilai yang harus dimasukan dalam bagian Kegiatan ini.

Di sisi lain, dia mengingatkan agar sekolah sebagai pusat pendidikan, harus dapat memberikan manfaat, efek dan pengaruh yang baik terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. "Bukan hanya mendidik anak-anak, tetapi dapat merubah pola pikir, perilaku dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat disekitar sekolah," imbuhnya.

Salah satunya, sebut Rohmi, pemahaman tentang lingkungan, dimana tidak sekedar dimaknai bersih dan tidak ada sampah. Tapi lebih luas lagi, bersih itu keseluruhan, termasuk bersih dari dalam hati. Seperti Program Zero Waste di SMAN 1 Lingsar yang bekerjasama dengan Bank BNI, merupakan hal baik. Siswa diajarkan membiasakan diri memilah dan mengumpulkan sampah untuk dijual dan uangnya langsung dimasukan ke tabungan siswa.

"Mereka bisa kumpulkan sampah dari rumah, untuk dijual menghasilkan uang," sebutnya.

Karenanya, praktek dan kegiatan seperti ini, disamping pembiasaan bagi warga, sekolah harus menyasar masyarakat, sehingga pengaruhnya dirasakan. Karena, Sampah itu berkah dan sumber daya yang mendatangkan nilai ekonomi juga diikuti oleh masyarakat sekitarnya.

"Ini contohnya, bahwa kehadiran sekolah itu merubah perilaku terhadap pandangan masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari sampah," cetus cucu Pahlawan Nasional dari Pulau Lombok ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd.,M.Pd., menuturkan, progam Sabtu Budaya,  merupakan inovasi Dikbud di tahun ajaran 2021/2022. Melalui program ini, pihaknya dapat membiasakan praktek-praktek baik seperti gotong royong, toleransi, kerja keras, tanggungjawab dan sehat, sesuai amanat fungsi pendidikan nasional.

"Sabtu Budaya dapat menguatkan karakter bangsa, seperti budaya gotong royong yang sesuai dan sejalan dalam mendukung program NTB Zero Waste," tuturnya.

Lebih jauh dijelaskan, kegiatan Sabtu Budaya dapat menguatkan karakter bangsa, seperti budaya gotong royong yang sesuai dan sejalan dalam mendukung program NTB Zero Waste. Selain warga sekolah, Sabtu Budaya juga melibatkan Ibu PKK jajaran Dikbud hingga sekolah. Yang didalamnya memanfaatkan karya-karya lokal. Seperti pakaian-pakian adat yang dapat dioptimalkan.

"Walaupun tidak mampu membeli, tapi dapat menyewa, sehingga roda perekonomian berputar dan UMKM berdaya. Ini merupakan wujud nyata keberpihakan dan peran dunia pendidikan untuk mengajak masyarakat dan memberikan pengaruh baik, tentang mencintai produk lokal UMKM di NTB," jelasnya.

Disebutkan Ada 3 inovasi yang dilahirkan Dikbud NTB. yaitu inovasi Sabtu Budaya, Edu Wisata dan Senam Gema Gatra. Dijelaskan, Senam Gema Gatra ini muncul sebagai bentuk perhatian terhadap budaya di NTB. Gerakan dan musiknya merupakan perpaduan 3 etnis besar di NTB, yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo.

Dia berharap, setiap program inovasi di lingkup Dikbud NTB, dapat mendukung IPK Provinsi NTB meningkat. Saat ini IPK daerah tersebut berada pada posisi 5 besar se-Indonesia. Pada urutan pertama ada Provinsi Yogyakarta, kedua Bali, ketiga Jawa Tengah, keempat Bengkulu dan kelima provinsi NTB. "Mimpi besar kami ingin melaju pada posisi 3 besar dan bahkan posisi nomor 1 dalam IPK ini," harapnya.


(DiskominfotikNTB/RIN)