IJK dan FKIJK Didorong Gunakan Produk UMKM

BANSOS: Pemberian bantuan sosial secara simbolis oleh Gubernur NTB pada kegiatan FKIJK Peduli Masyarakat, Sabtu (11/9).

 POSTKOTANTB, Mataram- Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengingatkan agar Pimpinan Asosiasi dan Industri Jasa Keuangan (IJK), serta Donatur Bansos Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB, lebih banyak menggunakan produk UMKM lokal untuk paket bantuan Covid 19. Kendati dalam ilmu ekonomi, jika membeli sebuah produk, harus kualitasnya lebih bagus dan harganya lebih kompetitif. Rillnya, ada yang lebih penting, yaitu biaya pembelajaran (coast of learning)

"Karena penggunaan produk UMKM di daerah sendiri, merupakan bagian dari Bela Beli Produk lokal yang sedang digaungkan," ujar Doktor Zul, sapaan akrabnya, saat acara penyerahan bantuan sosial FKIJK NTB kepada Masyarakat Terdampak Covid - 19 bersama kepala OJK, di GOR Bank Mandiri, Sabtu (11/9).

Sesuai pengalamannya, di dalam Jaringan Pengamanan Sosial (JPS). Dimana masyarakat dan UMKM di NTB, tidak hanya bisa membuat masker dan produk lain, mampu melahirkan produk yang inovatif dan kreatif, dari pendalaman struktur, terhadap produk-produk yang lebih canggih teknologinya. "Selama ini, kita bukan tidak mampu memasarkan produk lokal tetapi kita tidak mampu bersaing dengan prodak yang diproduksi dalam skala yang lebih besar," ungkapnya.

Sehingga, institusi keuangan selalu mereduksi pengertian teknologi sebatas fungsi produksi, itu kalau dalam ilmu ekonomi neo classik. Padahal setelah dibeli pemerintah, produk UMKM, jauh lebih variatif. Tidak hanya sebatas produksi masker, UMKM Lokal sebutnya, mampu memproduksi sabun, minyak goreng, hand sanitezer, abon, gula, ikan asin kemasan, beras dan sebagainya. "Cuma selama ini, tidak ada yang memberikan apresiasi," imbuhnya.

Sebaliknya lanjut dia, jika telah mendapat apresiasi dan produknya dipakai, UMKM lokal akan lebih percaya diri dan kretif, serta terus belajar meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Oleh sebab itu, costnya bisa ditekan seiring dengan skala produksinya. Secara otomatis, akan tercipta lapangan pekerjaan, mengatasi kemiskinan dan mensejahterakan masyarakat di NTB.

"Mudah-mudahan kalau institusi keuangan dan lembaga keungan mulai memikirkan ini, maka dengan dengan sendirinya ekonomi lokal akan lebih baik. Kita harus menjadi tuan rumah ditempat kita sendiri, dengan mengurangi produk-produk dari luar. hanya dengan cara itu, munculnya industri lokal menjadi nyata," cetusnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB,  Rico Rinaldy mengatakan, kedepan akan memprioritaskan produk UMKM lokal. "Kendalanya kemarin, karena keterbatasan waktu saja, cuma kita sudah memikirkannya untuk mendorong dan menggunakan produk lokal," terangnya.

(DiskomknfotikNTB/RIN)