Bapera Pratim, Peduli Tumpukan Sampah Di Perbatasan Dua Kecamatan

Lombok Tengah (postkotantb.com) - Banyaknya tumpukan sampah di perbatasan dua Kecamatan, yakni Kecamatan Praya Timur dan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng), membuat Barisan Muda Nusantara (Bapera) cabang Praya Timur, turun melakukan pembersihan.

Ketua Bapera Praya Timur Anto Saputra mengatakan, setiap kali melintas di jalur Provinsi, yakni letaknya di wilayah Desa Mujur atau di timur pabrik batu, baunya cukup menusuk dan merusak pemandangan.

Pasalnya, di kiri kanan jalur di perbatasan dua Kecamatan ini, tumpukan sampah, sangat mengganggu. Sehingga pihaknya bersama anggota Bapera cabang Praya Timur, bersama Pemdes Desa Mujur, Pemcam Praya Timur, Polsek dan Danramil 08, melakukan pembersihan.

"Setiap kali kami lewat, baunya cukup menusuk dan merusak pemandangan, inilah yang membuat hatinya miris dan malu, sehingga pihaknya bersama Pemdes Desa Mujur, Pemcam Praya Timur, Polsek dan Danramil 08, melakukan pembersihan," katanya kemarin.

Dengan dilakukannya pembersihan tersebut, pihaknya berharap, masyarakat atau orang-orang yang tak bertanggung jawab, terketuk hatinya untuk tidak lagi membuang sampah.

"Kita masyarakat Loteng, sedang mempersiapkan diri menyambut perhelatan Akbar WSBK, dan kita malu melihat adanya tumpukan sampah, apalagi sampah tersebut berada di jalur Provinsi NTB," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Praya Timur IPTU Sayum mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapera cabang Praya Timur, yang telah peduli dengan pemandangan kurang mengenakkan di jalur Provinsi tersebut.

"Atas nama jajaran kepolisian Praya Timur, mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian Bapera, yang terketuk hatinya mau menjaga pemandangan Keberhasilan di sekitar jalur Provinsi," katanya.

Memaksimalkan hasil, pihaknya juga telah meminta satu alat berat milik pabrik batu, menggilas bekas tempat tumpukan sampah, biar merata. Selanjutnya, guna mencegah hal serupa, pihaknya juga telah memasangkan reklame bertuliskan larangan membuang sampah.

Camat Praya Timur HL. Fathurrahman berharap, dengan dilakukannya pembersihan dan larangan membuang sampah, masyarakat atau orang-orang yang tak bertanggung jawab, tidak lagi mengulangi hal buruk tersebut. Sebab atas apa yang telah dilakukannya, itu telah membuat para pengguna jalan resah dan pemandangan pun tidak elok. (AP)