Sabet Peringkat 9 Nasional, Kafilah NTB Disambut Meriah

Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menyambut hangat para juara Tilawatil Quran Nasional XXVI NTB, Minggu (24/10).

 POSTKOTANTB, Mataram- Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc didampingi Wakil Gubernur Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah, Bunda Niken Saptarini Zulkieflimansyah dan beberapa kepala OPD, menyambut kepulangan 16 Qori Qoriah dan Hafiz Quran kafilah Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI NTB.

Acara penyambutan yang berlangsung di bandara internasional Zainuddin Abdul Majid, Tanak Awu, Loteng, Minggu (24/10), tergolong meriah. Karena, dirangkai langsung dengan konvoi pawai penyambutan menuju kantor Gubernur NTB. Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj Sitti Rohmi Djalillah mengaku bangga dan mengapresiasi pelatih, Pimpinan Pondok Pesantren Al Aziziah, Kapek, Lobar, TGH Fathul Aziz Musthofa.

Di mana sang pelatih ini, telah berhasil mempersiapkan kafilah NTB dalam waktu singkat dan menorehkan prestasi gemilang. "Pelatihan mental juga harus dipersiapkan lebih matang ke depan, di setiap perhelatan STQN menghadapi peserta daerah lain agar lebih percaya diri. Insha Allah bagi para juara, Pemprov juga memberikan penghargaan seperti yang lain yang sudah mengharumkan nama daerah," tuturnya.

Kafilah NTB, berhasil menorehkan prestasi dengan masuk ke peringkat 9 besar, dalam perhelatan Seleksi Tilawatil Quran, di Kota Sofifi, Provinsi Maluku Utara, dengan lima peserta berhasil meraih juara. Yuni Wulandari dari Cabang Tilawah Dewasa Putri berhasil meraih juara I nasional. Kemudian, Lalu Muh. Khaerurrazak Al-Hafizi dari Cabang Tahfiz Golongan 30 juz berhasil meraih juara III nasional.

Ada Arfah Wulandari dari Cabang Tahfidz 5 juz dan tilawah meraih juara harapan I Nasional. Anisa Maulida dari Cabang Tafsir Bahasa Arab Putri meraih juara harapan II nasional. Terakhir, Salwa Salsabila dari Cabang Tahfidz 30 juz putri meraih juara harapan III nasional.

Sementara itu, Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, menilai, Kemenangan yang diraih putra putri NTB dalam ajang Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI, menjadi amanah yang harus didistribusikan kepada anak anak didik lainnya di NTB. Kendati demikian, kata dia, kemenangan bukanlah satu satunya tujuan dalam kompetisi. Khususnya dalam ajang STQN, sangat berbeda dengan kompetisi lain, salah satunya Seperti PON XX di Papua.

Kemenangan luar biasa ini, lanjut dia, berbeda jika dinilai dari sisi persiapan dan keikutsertaan NTB dalam  STQN XXVI kali ini. "Persiapan efektif hanya satu setengah hari dari seharusnya tiga bulan dan akomodasi peserta yang berupa rumah tinggal di komplek perumahan membuahkan kekompakan dan hasil maksimal seperti yang diraih sekarang," jelasnya.


(DISKOMINFOTIKNTB/RIN)