TGH. L. Gede Sakti Komit, Pilih Partai Golkar

Lombok Tengah (postkotantb.com) - Beredarnya Poto dimedia sosial, kalau TGH. L. Gede Sakti masuk ke partai Nasdem, itu adalah fitnah. Ironisnya lagi dalam poto tersebut, TGS nama kerennya, disandingkan dengan sejumlah pengurus inti partai Nasdem, termasuk ketua DPW Partai Nasdem NTB Hj Rohmi Djalilah, akhirnya dibantah langsung oleh TGH. L. Gede Sakti.

TGH. L. Gede Sakti, kepada postkotantb.com mengaku, orang yang telah menyandingkan dirinya dengan sejumlah pengurus inti Partai Nasdem, termasuk dengan ketua DPW Nasdem NTB. Itu adalah fitnah. 

"Poto yang beredar tentang diri saya masuk Partai Nasdem, itu fitnah dan saya sendiri telah berkomitmen masuk di partai Golkar," katanya tegas, Kamis (28/10).

Memilih Partai Golkar dalam melanjutkan karirnya di dunia politik, sebab pihaknya merasa Golkar adalah satu satunya partai yang membuat dirinya nyaman dan memiliki peluang besar, dalam meniti karirnya dibidang politik selanjutnya.

Selain nyaman, Golkar adalah partai besar dan sudah melekat di hati masyarakat, artinya siapapun yang melihat warna kuning dan ada pohon beringin, pasti masyarakat memahami kalau itu adalah partai peninggalan nenek moyang pilihan mereka. 

Sehingga dalam melanjutkan karirnya dibidang politik, baginya tidak sulit sehingga pihaknya komit memilih Golkar sebagai partai yang akan diperjuangkan selanjutnya.

"Melanjutkan karir saya di politik, saya tetap komit memilih Golkar, sebab disamping Golkar sudah melekat di hati masyarakat, berjuang pun tidak berat, artinya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Golkar beserta ciri-ciri nya, kita tidak capek alias masyarakat cepat paham," ungkapnya.

Melekatnya partai Golkar di hati masyarakat, jadi pilihan sehingga pihaknya memilih partai kuning ini sebagai kendaraan selanjutnya, dalam melaksanakan ibadah melalui partai. 

Selanjutnya masalah beredarnya Poto dirinya bersama sejumlah petinggi nasdem, itu adalah editan dan berita bohong dan fitnah.

Oleh karenanya, pihaknya meminta agar Poto tersebut dihapus dan tidak disebarluaskan lagi, sebab pihaknya tidak menginginkan beredarnya Poto tersebut jadi polemik dimasyarakat dan harus berakhir di meja hijau.

"Saya sarankan kepada siapapun, yang telah melakukan pengeditan terhadap Poto saya dengan sejumlah petinggi nasdem dihapus dan tidak disebarluaskan, sebab itu adalah fitnah, dan saya sudah masuk anggota partai beringin," tutupnya. 

Diakuinya, pihaknya pernah memasukkan lamaran untuk masuk partai Nasdem, dimana saat itu Nasdem NTB diketuai oleh almarhum M. Amin.

 Akan tetapi, setelah melihat situasi dan kondisi serta peluang, akhirnya pihaknya kurang tertarik, dan tidak pernah mengurusnya. Namun pihaknya heran, kok sekarang Poto dirinya bersama petinggi Nasdem NTB di pablis.

 "Bicara jujur, ia saya akui pernah mendaftar sebagai kader Nasdem NTB, namun selang beberapa Minggu setelah mendaftar, hatinya mulai kurang tertarik dan tidak pernah mengurusnya, kok sekarang tiba tiba beredar Poto saya berdampingan dengan petinggi Nasdem. Dan Poto bersama tidak pernah yang beredar itu asli editan," tutupnya. (AP)