Anyaman Unik Berbahan Ketak Diminati di Luar Negeri

Ketua Harapan Indonesia Gemilang (Hanida) Foundation, sekaligus Pembina Komunitas Lumbung Indonesia, Sri Suparni Bahlil.

 POSTKOTANTB, Mataram- Ketua Harapan Indonesia Gemilang (Hanida) Foundation, sekaligus Pembina Komunitas Lumbung Indonesia, Sri Suparni Bahlil, memberikan apresiasi terhadap setiap produk yang dihasilkan pelaku UMKM, khususnya yang ada di NTB. Sehingga, pihaknya optimis, produk-produk UMKM di daerah ini dapat menembus pasar ekspor.

"Melalui program pemberdayaan UMKM dengan menggunakan konsep kolaborasi bersama pemerintah maupun organisasi, kami optimis produk di indonesia memiliki kualitas ekspor ke luar negeri," katanya usai Peluncuran Lumbung Indonesia Provinsi NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/11).

Kendati demikian, sang pelopor Lumbung Indonesia ini menilai, dari sekian produk UMKM di NTB, produk anyaman ketak menarik banyak peminat di luar negeri. Penilaian ini berdasarkan uji pengiriman sampel beberapa waktu lalu. Alhasil, anyaman khas pelaku seni kriya di Pulau Lombok ini, banyak dipesan dan tentu saja memiliki nilai lebih.

"Itu anyaman ketak sangat diminati sekali oleh teman-teman kita Diaspora Indonesia," imbuhnya.

Lumbung Indonesia, merupakan komunitas yang memiliki program UMKM dengan mengandalkan konsep kolaborasi antar stakeholder dan sejumlah organisasi, baik ditataran nasional, maupun luar negeri. Dengan adanya komunitas di bawah naungan Hanida Foundation, dia berharap, dapat mendorong dan memotivasi pertumbuhan pelaku UMKM khususnya yang ada di NTB.

"Kehadiran yayasan melalui komunitas Lumbung Indonesia sangat diterima pemerintah serta organisasi di luar negeri. Sehingga kami dapat membukan akses pangsa pasar. Kami keluarga besar Hanida Foundation ingin mengimplemetasikan poin kelima Pancasila agar perekonomian merata. Jadi tidak hanya di Pulau Jawa saja," jelasnya.(RIN)