Perekat Ummat, Kemenag Loteng Langsung Berikan Contoh

Rangkaian giat hari pahlawan Nasional

Lombok Tengah (postkotantb.com) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), langsung memberikan contoh tata cara perekat umat, ditengah era globalisasi saat ini.

Salah satunya dengan cara menginisiasi ziarah makam pahlawan Nasional, putra terbaik NTB, yakni Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid Pancor, sang pendiri organisasi terbesar di NTB, yakni Nahdlatul Wathan (NW).

Di hari pahlawan Nasional 10 November 2021, bersama seluruh OKP, ormas, pimpinan ponpes, baik dari kalangan NU, Muhammadiyah, NW dan NWDI SE Loteng. Bersama sama melakukan ziarah makam pahlawan Nasional di Pancor Lombok Timur (Lotim).

"Kita perkirakan 500 kendaraan roda empat yang ikut memeriahkan ziarah makam, dalam rangka hari Pahlawan Nasional, namun ternyata di luar dugaan jumlah kendaraan yang tercatat sekitar 700 kendaraan," kata Kasubag Tata Usaha (Kasubag TU) H. Hambali.

Membeludaknya jumlah peserta yang ikut bergabung dengan rombongan keluarga besar Kanmenag Loteng, itu membuktikan kalau masyarakat sangat cinta terhadap Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid.

TGH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid atau yang biasa di sebut Maulana Syaikh, adalah satu satunya putra NTB, yang telah mendapatkan piagam penghargaan dari bapak Presiden RI Joko Widodo, tahun 2017 silam.

Penghargaan tersebut, tentunya memiliki nilai sangat istimewa bagi masyarakat NTB, sebab satu putra terbaik NTB, telah diberikan keistimewaan oleh bapak presiden kita.

Sebagai salah satu bentuk kebanggaan tersebut, pihaknya bersama keluarga besar Kanmenag dan sejumlah lapisan masyarakat lainnya, mengisi hari pahlawan dengan cara berziarah ke makam beliau langsung di Pancor Lotim. 

"Semoga apa yang kita lakukan saat ini, adalah bagian dari amal ibadah kita, amin," ungkapnya.

Sementara itu Kanmenag Loteng H. Zamroni Aziz mengaku, tidak ada cara lain untuk menghormati jasa jasa beliau, kecuali dengan cara mendoakan, memakmurkan serta melaksanakan seluruh apa yang menjadi fatwa dan ajaran beliau. Termasuk dengan cara melakukan ziarah ke makam beliau langsung.

"Momentum 10 November atau hari pahlawan, adalah momen yang tepat untuk memberikan penghormatan kepada beliau. Oleh karenanya kami bersama keluarga besar Kanmenag dan seluruh OKP, ormas dan pimpinan ponpes se Loteng, hari ini datang ke makam Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, sebagai bentuk penghormatan atas jasa jasa beliau dalam merintis kemerdekaan dan mempersatukan umat," katanya.

Melibatkan seluruh pimpinan ponpes, OKP dan ormas SE Loteng, ini salah satu cara mempererat silaturrahmi dan perekat persatuan umat. Sebab di era globalisasi akhir akhir ini, nilai persatuan dan kesatuan antar umat mulai luntur, sehingga momentum 10 November atau di hari pahlawan, momen yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan pererat persatuan umat.

Selain itu lanjut ketua PW Ansor NTB, dengan jumlah penziarah yang begitu banyak ini, secara tak langsung disepanjang jalan, ini bagian dari dakwah bil hal. Artinya kita sedang menunjukkan kepada masyarakat banyak, bahwa persatuan ummat di tengah era globalisasi saat ini masih utuh.

Termasuk ini memberikan pembelajaran kepada masyarakat, kalau ini bagian dari bukti cinta terhadap pahlawan Nasional, Kebanggaan masyarakat NTB.

"Banyak cara kita memberikan pembelajaran atau contoh kepada sesama, termasuk melakukan ziarah makam dengan jumlah yang banyak, ini secara tak langsung memberikan pelajaran kepada masyarakat, kalau nilai persatuan dan kesatuan di tengah umat masih kuat, termasuk kita sedang memberikan contoh kecintaan kita terhadap sang pahlawan Nasional kita yakni Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid pancor," ungkapnya.

Kedepan pihaknya berharap, ini harus dilestarikan dan bila perlu melakukan ziarah ke makam pahlawan Nasional, tidak hanya dilakukan saat hari pahlawan semata, namun di acara acara peringatan hari besar Islam, juga harus dilakukan.

"Semoga apa yang kita lakukan ini tercatat sebagai amal ibadah dan insyaallah kedepan program ini akan terus dilestarikan," harapnya. (AP)