Rangkaian Kegiatan Meriahkan Hari Pahlawan Ala Keluarga Besar Kanmenag Loteng


Ziarah Makam Maulana Syaikh, Menag Titip Pesan dan Langsung Titip Poto Kenangan

Di hari pahlawan 10 November, Keluarga besar Kemenag Loteng bersama rombongan, lakukan ziarah ke makam pahlawan Nasional di Pancor. Tak canggung canggung Menteri Agama langsung titipkan pesan dan mencetak Poto Maulana Syaikh untuk di pajang di sekitar makam

SAPARUDDIN

LOMBOK TENGAH

KENANGAN 10 November atau hari pahlawan, memiliki kenangan tersendiri bagi keluarga besar Kementerian Agama Lombok Tengah. Pasalnya dari sekian kepala yang sudah menjabat sebagai kepala Kanmenag Loteng, tidak pernah terbersit pemikirannya untuk melakukan ziarah makam pahlawan Nasional, terutama saat peringatan 10 November.

Bukan hanya itu saja, dari 10 kabupaten kota di NTB ini, termasuk Pemprov NTB juga tidak pernah melaksanakan ziarah makam pahlawan, seperti yang diagendakan kementerian agama Lombok Tengah.

Karena ini termasuk langka dan cerdas mengambil moment, Menteri Agama Republik Indonesian KH. Yaqut Cholil Qoumas langsung menghubungi Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah H. Zamroni Aziz.

Seperti dikatakan Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah H. Zamroni Aziz, saat berpidato di makam pahlawan Nasional Indonesia, Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, Rabu (10/11).

Dihadapan para penziarah ia menyampaikan pesan pak menteri agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam pesannya pak menteri agama mengatakan, Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid adalah sosok pejuang kemerdekaan dan panutan umat. 

Kendati pihaknya tidak pernah belajar secara langsung, namun kiprah dan hasil perjuangan beliau, dengan banyaknya lembaga pendidikan khususnya di bawah binaan kemenag, menjadi bukti kalau beliau adalah sosok pejuang dan panutan, yang harus dihormati dan ditempatkan di tempat yang mulia.

Sehingga, mendapatkan gelar pahlawan Nasional yang diberikan bapak presiden, sangat tepat.

"Kiprah beliau sangat membantu Kemenag dalam melaksanakan visi dan misi keumatan. Dan penganugrahan sebagai pahlawan Nasional yang diberikan oleh bapak presiden, sangat tepat," katanya.

Oleh karena itu, ketika pak H. Zamroni menginformasikan di hari pahlawan berencana melakukan ziarah bersama ormas, pihaknya langsung mencari Poto beliau dan langsung meminta untuk di serahkan ke pihak pengelola makam, untuk di pasang di sekitar makam.

Pesan terakhir, semoga apa yang telah diperjuangkan oleh Almagfurullah untuk bisa dilanjutkan, sebab apa yang telah diukir dan diperjuangkan beliau telah banyak membantu bangsa ini, khususnya kementerian agama.

Usai menyampaikan pesan pak menteri, Kanmenag Loteng J. Zamroni Aziz mengaku, sosok Almagfurullah adalah panutan umat yang telah melahirkan banyak para cendikiawan, lembaga pendidikan mulai dari perkotaan hingga pedesaan.

Dengan banyaknya lembaga pendidikan dan dakwah di bawah organisasi Nahdlatul Wathan ini, keberadaan kemenag khususnya di Loteng sangat terbantu.

"Perjuangan beliau sangat berarti bagi pemerintah, khususnya kemenag Loteng. Sebab banyaknya lembaga yang berdiri dibawah organisasi NW, Kemenag sangat terbantu dalam melaksanakan misi dan visi keumatan serta mencerdaskan anak bangsa," katanya.

Melaksanakan program ziarah makam, sebelumnya pihaknya sudah merundingkan dengan para Zurriyat Maulana Syaikh, baik yang di Anjani maupun di Pancor. Setelah mendapatkan restu, di internal sudah tak terhitung kali melakukan rapat persiapan, sehingga Alhamdulillah acara ziarah makam ini berjalan sesuai rencana.

"Terimakasih saya ucapkan kepada pimpinan organisasi NW dan NWDI, yang telah berkenan hadir dalam acara ini. Dan terima kasih pula saya sampaikan kepada seluruh panitia dan para ormas, OKP dan pimpinan ponpes SE Loteng, yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ziarah makam ini," katanya.

Selanjutnya dalam ziarah ini, pihaknya bersama rombongan yang jumlah kendaraan untuk roda empat, sebanyak 500 kendaraan, namun ternyata diluar dugaan sampai 700 kendaraan.

Membeludaknya jumlah peserta yang ikut bergabung dengan rombongan keluarga besar Kanmenag Loteng, ini membuktikan kalau masyarakat sangat cinta terhadap Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid.

TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid atau yang biasa di sebut Maulana Syaikh, adalah satu satunya putra NTB, yang telah mendapatkan piagam penghargaan dari bapak Presiden RI Joko Widodo, tahun 2017 silam.

Penghargaan tersebut, tentunya memiliki nilai sangat istimewa bagi masyarakat NTB, sebab satu putra terbaik NTB, telah diberikan keistimewaan oleh bapak presiden kita.

Sebagai salah satu bentuk kebanggaan tersebut, pihaknya bersama keluarga besar Kanmenag dan sejumlah lapisan masyarakat lainnya, mengisi hari pahlawan dengan cara berziarah ke makam beliau langsung di Pancor Lotim. 

"Semoga apa yang kita laksanakan hari ini, tercatat sebagai amal ibadah," harapnya.

Sementara itu pantauan postkotantb.com di lokasi, iring iringan Kanmenag bersama rombongan tiba dilokasi sekitar jam 11. 40 menit. Hujan lebat langsung menyambut kedatangan rombongan Kanmenag, namun itu tak menyurutkan semangat para penziarah.

Sesampai di lokasi rombongan penziarah menunggu azan Zuhur, setelah solat berjamaah, sejumlah petinggi organisasi NW dan NWDI, melakukan sambutan layaknya sambutan acara besar. Dua pimpinan organisasi tersebut, langsung menerima rombongan dan pak kanmenag Loteng langsung memberikan kenang kenangan dari pak menteri berupa Poto Almagfurullah TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid. (**)