Slot Quis, Cara Cerdas Kadivpas Evaluasi Jajaran Ka. UPT

SLOT QUIZ: salah satu dari sekian peserta Rakernis Pemasyarakatan tengah memberikan jawaban di depan peserta lainnya, terkait penanganan permasalahan di dalam lapas, Kamis (4/11).

POSTKOTANTB, Lobar- Acara penutupan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemasyarakatan dengan mengusung tema Back to Basic yang berlangsung di Hotel Montana, Senggigi, Lombok Barat (Lobar), Kamis (4/11), berlangsung cukup seru.

Karena, momentum tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kumham) NTB, memberikan Slot Quiz. Para peserta yang terdiri dari seluruh Kepala UPT Pemasyarakat, dipanggil satu persatu.

Mereka dipanggil untuk memilih salah satu dari sembilan angka, secara acak  berisikan pertanyaan yang harus dijawab secara terperinci, dalam waktu 10 menit. "Slot Quis ini diberikan adalah untuk mengulang dan mengingatkan kembali tugas utama seorang pimpinan," ungkap Kadivpas Kumham NTB, Maliki, Usai Acara.

Menurutnya, Seorang pimpinan harus mampu mengambil kebijakan, menyelesaikan masalah tanpa masalah, dengan gerak cepat dan tepat dalam pengambilan keputusan di saat situasi genting.

Dalam kesempatan ini, masing-masing Ka UPT diberikan kesempatan memberikan pendapatnya. Ka UPT lainnya bisa menilai atau menanggapi bahkan menambahkan tentang hal yang disampaikan oleh pemapar.

"Kami berharap seluruh UPT yang ada di NTB akan lebih baik di masa mendatang," harapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Lombok Timur, Purniawal mengaku tertarik dengan metode evaluasi Slot Quiz. Metode ini dapat mengingatkan kembali setiap peristiwa dan kejadian yang berpotensi akan kembali terjadi ke depan.

"Metode ini, membangkitkan kembali semangat kami untuk mengingat langkah-langkah strategis, dalam mengantisipasi kejadian yang sifatnya emergency di lingkungan lapas," imbuhnya.

Sejauh ini, kendala yang dihadapi beberapa lapas di NTB yakni masalah over kapasity. Seperti di Lapas Selong, memiliki kapasitas 139. Namun yang terisi sekitar 340 Warga binaan. "Ini juga menjadi tantangan kami untuk lebih inovatif dalam menata kelola pelaksanaan di lapas," bebernya.

Salah satunya sebut Purniawal, Lapas Selong telah membangun Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Sebelumnya, pelayanan birokrasi di lapas ini tergolong ribet dan prosesnya membutuhkan waktu. Sedangkan jumlah petugas terbatas.

"Di dalam PTSP ada beberapa unit  pelayanan lapas yang saling terintegrasi," sebutnya.

Sedangkan, Kepala Lapas Kelas IIB Dompu, Kabupaten Dompu, H. A Halik, mengapresiasi metode Slot Quiz yang dilaksanakan Kadivpas Kumham NTB. Sebab, metode yang demikian dapat membimbing agar jajarannya kembali berkinerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Soal Keamanan dan Ketertiban WBP (Kamtibmas) Diakui Halik, pihaknya mengandalkan bimbingan kerohanian melalui metode pesantren.

"Memang ada keluhan dan kendala. Terlebih dengan adanya over capasity. Namun alhamdulillah warga binaan kami sudah mengerti dan memahami kondisi lapas," tutupnya.(RIN)