Konstruksi Bentangan Bendungan Bintang Bano Sesuai Standar Kwalitas,Menunggu Peresmian


 

Sumbawa Barat, (postkotantb.co.) - 

Bendungan Bintang Bano terletak di Desa Bangkat Monteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat sudah berdiri kokoh dan tinggal menunggu Presiden Republik Indonesia untuk diresmikan. 

Bendungan kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat Khususnya Kabupaten Sumbawa Barat adalah saksi dari kebersinambungan program pemerintah serta keseriusan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk mewujudkan Kabupaten Pariri Lema Bariri, menuju KSB baik bernafaskan gotong royong. 

Kehadiran Bendungan Bintang Bano tersebut mampu mengurangi banjir di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat, baru - bari ini akibat tensi hujan yang tinggi dalam berapa hari terakhir di Kabupaten Sumbawa Barat, membuat Daerah Aliran Sungai mengalami luapan di atas ambang normal, hal ini membuat beberapa masyarakat bersepekulasi bahwa luapan sungai diatas ambang normal diakibatkan dari dugaan akibat rembesan air dari bendungan Bintang Bano mengalami rembesan kebocoran serta bentangan bendungan yang diduga mengalami keretakan.

Untuk membuktikan Spekulasi atas isu yang berkembang tersebut, Tim media melakukan investigasi ke Bendungan Bintang Bano yang didampingi dari Konsultan Pengawas suvervisi dari PT Indo Karya pada sabtu (04/12). 

Dari hasil investigasi tersebut, tidak ditemukan adanya rembesan air maupun keretakan di bentangan Bendungan seperti yang diisukan tersebut, akan tetapi justru dengan kehadiran Bendungan Bintang Bano yang berada di wilayah Bakat Monteh tersebut, mampu mengurangi banjir hingga 40 persen

Marsim ST Selalu Konsultan Suvervisi Bendungan Bintang Bano dari PT INDO KARYA kepada Media ini terkait isu yang berkembang tersebut menjelaskan , bahwa debit tampungan air yang masuk ke bendungan

Bintang Bano sudah melebihi dari standar yang ditentukan,  oleh karena itu posisinya sudah mencapai elepasi 114, 5 sehingga pengisiannya hampir mencapai 93 persen yang semestinya tidak segitu ,

"tidak boleh pengisian debit air Bintang Bano spontanitas harus melalui tahapan penjenuhan kalau dalam pengisian debit air awal-awal " Kata Marsim

Mengapa harus menggunakan metode pengisian penjenuhan melalui tahapan,  Marsim menjelaskan , dikarenakan kondisi saat itu curah hujan begitu tinggi,  membuat debit air bintang bano semakin meninggi, maka dilakukan pembuangan dengan membuka pintu sapelway 1 dan 2 , karena yang terjadi besar sekali persentasi kemasukan air didalam bendungan yang mencapai 94 persen dari 100 persen yang ditentukan, 

" bisa dibayangkan dari 3 meter itu dari batas normal genang genangan mencapai batas maksimal 100 persen,  dari kondisi tersebut dan untuk keamanan bendungan dilakukan pembukaan pintu sapelway secara bertahap pada malam itu dengan melakukan pemantauan di semua aliran sungai, pada saat itu air yang kita keluarkan sekitar 175 m3, sebenar aturannya sekitar 200 m3 yang kita keluarkan " Urai Marsim

Menurutnya, melihat intensitas hujan yang terus meningkat,  apalagi di seputaran Taliwang juga mendung , pihaknya mencoba membuang debit air dengan pengurangan mencapai 1,25 meter,  itu pada kondisinya aman karena masih ada terlihat diarea aliran sungai sisa permukaan bronjong di Sungai Taliwang tersisa 3 trap, sehingga kita menyetop melakukan pembukaan pintu sapelway, ternyata aliran sungai sangat aman " kondisi ini tetap dilakukan pemantauan lapangan bersama tim " Katanya

Intinya, dibukanya pintu sapelway bintang bano benar - benar dilakukan pemantauan secara kontinyu pengaruhnya seperti apa,  kondisinya seperti apa apakah ada dampak banjir atau tidak, karena pada prinsipnya dengan kehadiran bintang bano jangan lagi terjadi banjir. 

Untuk diketahui, Bendungan intang Bano berjarak kurang lebih 35 Km dari Kota Taliwang dan kurang lebih 5 km dihulu Bendung Kalimantong II. Bendungan ini dibangun dalam dua tahap, dimana tahap I dilaksanakan pada tahun 2015 sampai tahun 2019 dan tahap II pada tahun 2020 hingga 2021.

Berdasarkan kronologis kegiatan, langkah pertama yang dilakukan untuk mewujudkan pembangunan Bendungan Bintang Bano adalah Readiness Kriteria dan kontrak konstruksi diawali oleh Pemda KSB tahun 2008-20014. Kemudian dilanjutkan dengan proses hibah aset pembangunan Bendungan Bintang Bano ke Kementerian PUPR tahun 2015. Tahap ketiga adalah kontrak konstruksi pembangunan bendungan utama tahun 2015-2019. Tahap ke empat melakukan kontrak konstruksi pembangunan Spillway tahun 2015-2019 serta tahap kelima atau terakhir adalah kontrak penyelesaian Bendungan Bintang Bano tahun 2020-2021.

Bendungan Bintang Bano sendiri dihajatkan oleh Pemda KSB untuk pengendali banjir (reduksi banjir) Kota Taliwang, mengairi lahan irigasi. Penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air serta dipergunakan kedepan sebagai obyek wisata.


Bendungan ini dirancang mampu menyuplai air untuk daerah irigasi dengan luas 6.700 Ha, penyediaan air baku dengan debit sebesar 550 liter per detik, dan mereduksi banjir sebesar 670 meter kubik per detik. Secara perhitungan, Bendungan Bintang Bano dapat mengurangi resiko banjir sebesar 22 persen atau 365 meter kubik/detik.

Potongan melintang bendungan (Maindam) dirancang dengan tipe Rockfill inti tegak. Elavasi puncak 120 meter, lebar puncak 12 meter, tinggi bendungan 72 meter, kemiringan lereng hulu 1/n : 1/2 25 meter, kemiringan lereng hilir 1/n : 1/1.80 meter.

Maindam dikerjakan kedalam 7 zona. Tujuh Zona tersebut dirancang untuk 2 bendungan, bendungan utama dan bendungan pegelak. Secara terperinci 7 zona tersebut adalah Zona 1, inti bendungan yang dibuat dari material tanah pilihan. Zona 2, filter halus yang melindungi depan dan belakang Zona 1. Zona 3, filter kasar yang melindungi zona 2 dari depan dan belakang. Zona 4, Rock sungai. Zona 5, Rock Quarry. Zona 6, Rip-Rap dan terakhir zona 7, Random.

Dari penjelasan diatas (Maindam), dapat diilustrasikan bahwa sebelum menghantam bendungan utama, terlebih dahulu limpahan air dari berbagai sungai menyentuh random kemudian menyentuh bendungan pengelak. Sehingganya Bendungan Bintang Bano hari ini berdiri kokoh dan sangat kecil kemungkinan terjadi keretakan. 

Saat media ini turun ke lokasi Bendungan Bintang Bano pada, Sabtu pagi (04/12/2021), Sisa air dalam bendungan Bintang Bano tinggal 52.214.646 juta meter kubik (68 persen) dari volume tampungan waduk normal 69.31 juta meter kubik. Elevasi 110 meter dari elavasi muka air maksimal 118.25 meter. 

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Mursim,  ST. Tenaga Ahli konstruksi non bendungan dari PT Indra Karya di lapangan, dijelaskan bahwa target pengisian air Bendungan Bintang Bano termasuk cepat, itu disebabkan oleh masuknya debit air dikarenakan curah hujan yang begitu tinggi

Sebelum berita ini ditayangkan, dilansir dari media online nasional, Jok Direktur Operasi I PT Hutama Karya (Persero) Novias Nurendra memastikan, Bendungan Bintang Bano siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir tahun 2021. ( Edi )