MIN 4 Loteng Kaya Inovasi, Mampu Modifikasi Ujian Dengan IT yang Pertama di NTB


 

LOTENG, (ostkotantb.com) - Pendidikan setara dengan Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar di NTB, saat ini masih memanfaatkan sistem manual dalam memberikan Penilaian Akhir Semester (PAS)

Beda halnya dengan MIN 4 Loteng yang beralamatkan di Dusun Burika Desa Kelebuh Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng). 

Madrasah yang bernaung dibawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, telah mampu melahirkan inovasi baru dengan cara memodifikasi kemajuan Informasi dan Tekhnologi (IT), dalam melaksanakan PAS, dan madrasah ini satu satunya di NTB setingkat pendidikan dasar, yang melakukan PAS, dengan menggunakan IT.

Kepala MIN 4 Loteng Zulhadi mengaku, berdasarkan hasil kesepakatan guru tentang persiapan Ujian semester Ganjil TP 2021/2022.

Disepakati untuk kegiatan PAS di MIN 4 Loteng, harus memanfaatkan Teknologi canggih saat ini. Sebab apakah gunanya tekhnologi canggih namun belum bisa dimanfaatkan, sehingga pihaknya bersama guru, menilai jika ini tidak dimanfaatkan, maka termasuk rugi.

Sehingga dalam pelaksanaan PAS memanfaatkan Tekhnis canggih dengan menggunakan Computer Based Test (CBT) secara online.

"Semua kita maklumi saat ini sudah modern dan menggunakan tekhnologi canggih, untuk itu memanfaatkan kecanggihan tersebut, kita sepakat dalam melaksanakan Penilaian Akhir Semester dengan menggunakan Komputer Bases Test," katanya Sabtu (4/12).

Selain mempermudah proses penilaian, memanfaatkan teknologi, ini juga bertujuan untuk melatih dan membiasakan siswa menggunakan CBT dalam kegiatan-kegiatan ujian serta mempersiapkan siswa menghadapi kemajuan abad 21 yang semua serba digital. 

Karena ini adalah sesuatu yang langka dan pertama kali dimulai, pihaknya sudah melakukan persiapan matang, seperti men cant aplikasi CBT online yang sesuai untuk di terapkan. 

Setelah beberapa aplikasi di coba akhirnya di putuskan bahwa aplikasi CBT online yang di gunakan adalah Google Form.

Setelah persiapan awal selesai, di lanjutkan bersama semua guru  membuat akun google form serta mengisi soal sesuai mata pelajaran yang di ampu. 

"Selain persiapan sarana dan prasarana, sebelumnya kita juga sudah melatih para guru," jelasnya.

Sebelum pelaksanaan PAS di mulai, H-1 dilakukan simulasi untuk menilai kesiapan serta hal-hal yang harus di tambahkan. Pada han pertama pelaksanaan kegiatan PAS berbasis CBT menggunakan aplikasi google form, Alhamdulillah berjalan lancar meskipun terdapat sedikit kendala namun hal tersebut dapat segera diatasi. 

Dikatakan, adapun kelebihan penggunaan Google form ini adalah tampilannya yang menarik serta langkah-langkah pengoperasiannya yang cukup sederhana Soal dalam aplikasi ini juga dapat menampilkan gambar dan video yang jelas sehingga siswa lebih gampang menganalisis dan menjawab soal yang di sajikan.

Tidak hanya itu, Guru cukup menginput soal beserta kunci jawaban dan skornya maka nilai akan Otomatis tersimpan tanpa guru harus mengoreksi secara manual.

Selain itu penggunaan CBT online menggunakan google form ini meminimalisir siswa bekerja sama atau mencontek karena soal di atur dengan mode acak sehingga mereka akan mendapatkan soal yang berbeda saat mengenakannya di waktu yang sama. 

Diakuinya, kecanggihan dan kemudahan menggunakan tekhnologi terbaru ini sangat membantu, namun disisi lain pihaknya akui ada kekurangannya, seperti banyak orang dapat membuka link ujiannya karena link tersebut di share melalui WA group kelas. 

Kendati demikian, untuk mengantisipasi hal tersebut maka di buatkan password untuk masing-masing link. Ketika semua siswa selesai ujian password tersebut di blok agar tidak ada lagi yang mengaksesnya Kekurangan dan pemakaian aplikasi ini juga terkait kemampuan siswa yang belum dapat mengetik di komputer sehingga pihaknya hanya menyajikan pilihan ganda saja.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Loteng Muliadi mengaku kagum dengan inovasi kepala MIN 4 Loteng bersama karyawannya.

Dimana tekhnologi kekinian yang sedang bouming, mampu dimanfaatkan. "Saya benar benar terpanggil ketika saya sempat dikabari sistem PAS yang digunakan MIN 4 Loteng, sebab hanya Madrasah ini yang mampu membaca peluang dan memanfaatkan teknologi, sehingga saya langsung turun melihat secara langsung," ungkapnya.

Mantan kamad MIN 4 Loteng ini menambahkan, atas inovasi ini pihaknya berharap, semua madrasah di lingkup Kemenag, bisa seperti MIN 4 Loteng. Sebab baginya ini sangat mudah dan tidak memberatkan, termasuk bagian dari pembelajaran secara tidak langsung kepada siswa itu sendiri.

"Inovasi MIN 4 Loteng ini, harus mampu diadopsi madrasah lain, sebab selain mudah juga hemat biaya," tutupnya. (AP)