Legewarman Suarakan Jeritan Petani, Jelang Musim Tanam Saat Paripurna



 

LOTENG, (postkotantb.com)- Kelangkaan pupuk jelang musim tanam, telah membuat para petani menjerit. Pasalnya ketika musim tanam tiba, para petani membutuhkan bantuan, agar persoalan pupuk tidak lagi jadi penyakit menahun.

Atas hal itu, sebelum pimpinan menutup paripurna ini, pihaknya memohon agar semua anggota dewan ikut memperhatikan kondisi dan jeritan hati para petani kita, terutama masalah kelangkaan pupuk jelang musim tanam.

Demikian dikatakan Legewarman anggota DPRD Lombok Tengah (Loteng) dari Fraksi PBB sebelum paripurna soal nota keuangan dan Ranperda APBD 2022, ditutup. Selasa (30/11).

Kenapa ini harus ia Sentil lanjutnya, sebab selama ini pihaknya melihat persoalan pertanian setiap musim tanam tiba, kurang diperhatikan.

Padahal persoalan jeritan Petani, bukan suatu hal yang tabu dan aneh, sebab setiap tahun ketika musim tanam tiba, petani selalu mengeluhkan langka dan mahalnya pupuk jelang musim tanam.

Persoalan tersebut lanjutnya, di musim tanam kali ini, mulai muncul namun kurang diperhatikan. "Sebelum paripurna ini di tutup, mohon kepada pimpinan untuk kita perhatikan nasib para petani kita, yang saat ini sedang menjerit terkait kelangkaan pupuk," tegasnya.

Dikatakan, berbicara jujur semua kita adalah petani, namun kenapa ketika para petani membutuhkan uluran dan bantuan, kita kurang memperhatikan, oleh karenanya ditempat yang mulia ini, mohon kiranya persoalan mereka harus jadi atensi bersama, sehingga keluh kesah mereka bisa teratasi. 

Legewarman yang peduli nasib petani ini menambahkan, baginya petani adalah manusia paling berjasa kepada Daerah, artinya tanpa jerih payah dan keringat mereka hasil bumi dan bangunan yang melimpah ruah, tidak akan pernah ada di Loteng, tanpa perjuangan mereka.

Atas hal itu mereka para petani, tidak pernah membutuhkan sanjungan ataupun piagam penghargaan, mereka hanya butuh semua pasilitas penunjang terutama masalah kelangkaan pupuk, teratasi. Sebab kelangkaan pupuk adalah penyakit menahun yang sampai saat ini masih belum bisa teratasi.

"Semoga apa yang sudah saya sampaikan di Paripurna kemarin, didengar dan keluhan petani segera di atasi," tutupnya. (AP)