Menko PMK Muhadjir Efendy Ajak Masyakat NTB Perangi Stunting

Mataram (postkotantb.com) - Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han , mendampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Efendy, M.A.P bersepeda santai di sekitaran Kota Mataram,dan memberikan batuan sembako, Minggu (4/11). 

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Efendy, M.A.P., di sela-sela kegiatan kunjungan kerjanya di Lombok melaksanakan sepeda santai dengan titik Start dan Finish di Hotel Golden Palace kota Mataram. 

Setibanya di Taman Mayura Cakranegara, Menko PMK beserta rombongan bergabung dengan masyarakat dan melaksanakan senam aerobik bersama. Setelah itu, Dr. Muhadjir Efendy memberikan pengarahan tentang upaya mencegah angka stunting khususnya di NTB. 

Demikian disampaikan Komandan Korem 162/WB usai mendampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia dalam kegiatan tersebut, Minggu (4/11). 

Kegiatan tersebut juga diikuti Sekda NTB Lalu Gita Ariyadi, Ketua KONI NTB Andi Hadianto, Kadispar NTB Yusron Hadi, Asisten Administrasi Umum NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, para Kasi Korem 162/WB, Kasatpol PP NTB dan undangan lainnya. 

Menko PMK pada kesempatan itu dalam sambutanya menyampaikan, kunjungan kerjanya di Lombok dalam rangka melihat rumah sakit untuk mengecek penanganan stunting di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dimana angka stunting masih tinggi. Karena itu, Ia mengajak warga NTB untuk memerangi stunting. 

Menurut Muhadjir Efendy, kematian bayi masih tinggi di NTB. Hal itu terjadi karena masih kurangnya pemahaman khususnya Ibu-ibu tentang pentingnya gizi dan kesehatan reproduksi serta menghindari pernikahan di bawah umur. 

"Dari 518 kelahiran, 112 yang meninggal sehingga perlu kerja keras, ibu-ibu diharapkan mengedukasi  agar yang punya anak perempuan jangan terlalu cepat dikawinkan," imbaunya. 

Usai memberikan sambutan, Menko PMK memberikan bantuan paket sembako kepada petugas kebersihan Taman Mayura dan pengurus Pura Mayura. Setelah itu melanjutkan mengayuh sepeda sampai di titik Finish. 

Adapun route yang ditempuh, yaitu jalan Sriwijaya, Jalan Bung Karno, Jalan Pejanggik, Taman Mayura (Cek Point) Jalan Selaparang, Jalan AA Gde Ngurah, Jalan Khaeril Anwar, Jl. Tumpangsari, Jalan AA Gde Ngurah, Jalan Sriwijaya (Finish Hotel Golden Palace). (YN)