Problem Lahan Belum Tuntas, Gelaran Event Otomotif Terancam Pindah Ke Sirkuit Sentul


LOTENG, (postkotantb.com) - Masih adanya lahan cercuit Mandalika yang belum tuntas dibayar, adalah ancaman bagi cercuit Mandalika, gagal melaksanakan event otomotif lanjutan, setelah sukses melaksanakan WSBK dan IATC.

Lebihnya lagi, cercuit sentul international di Jawa Barat, terlebih dahulu sudah menggelar event internasional dan sudah teruji tanpa menyisakan masalah, terutama lahan tempat pembangunannya. 

“Ini ancaman sekaligus tantangan bagi Sirkuit Mandalika, soal lahan yang belum di selesaikan ini bukan saja soal keadilan tapi kemanusiaan dan hak rakyat atas tanahnya,” jelas M Samsul Qomar ( MSQ ) selaku juru bicara pejuang lahan mandalika.

Mantan Jurnalis ini mengaku prihatin jika akhirnya sirkuit mandalika akan berpindah ke sentul akibat lahan warga yang sampai saat ini belum selesai di bayarkan pihak Pengembang. 

Pihaknya kata MSQ sangat mendukung di bangunnya sirkuit Mandalika seperti impian Tuan Guru Bajang pemimpin sebelumnya yang sekuat tenaga berjuang untuk tetapnya lokasi sirkuit di Mandalika Loteng.

"Itu bisa terwujud jika hak hal atas lahan yang belum selesai segera di selesaikan oleh pihak ITDC atau Pemprov sesuai komitmen pak gubernur November lalu," ujarnya.

Komitmen ini lanjut dia, sudah di buktikan dengan membayar 9 bidang pada tahap 1 sementara untuk 11 bidang pada tahap ke 2 sudah melalui tahapan verifikasi dan minggu depan akan di lakukan uji lapangan sesuai data yang ada. “Kalau kita tangkap bahasa ketua Satgas L. Abdul Wahid pekan depan akan turun ke lapangan guna mengecek data yang di sampaikan 11 bidang pada tahap ke 2 ini,” papar ketua Pemuda Pancasila Loteng ini.

Dalam proses verifikasi kemarin memang ada 3 pihak yang masuk belakangan namun oleh MSQ dianggap bahwa itu murni urusan Kesbangpoldagri internal , dirinya tidak mau terlibat dan ambil pusing karena yang di ajukan tim pejuang lahan mandalika hanya 11 bidang. 

“Baiknya satgas fokus pada pengajuan kami, soal ada susulan silahkan asal jangan menggangu proses penyelesaian karena kami target sebelum februari sudah selesai semua,” tegasnya.

Semestinya lanjut dia, Satgas tidak terlalu lama melakukan rapat rapat internal karena yang diajukan oleh pemilik merupakan data dan bukti kepemilikan asli yang selama ini di miliki bahkan mereka mendiami lahan tersebut.

“Kita berharap Mandalika tetap menjadi sirkuit kebanggaan  indonesia dan Loteng, warga akan ikut menjaga dan mengamankan selama hak hak mereka tidak di kebiri oleh pengembang.” Tutupnya. (AP)