Breaking News

FPMI Pusat Gelar Silaturrahmi Nasional Secara Daring Se Indonesia:

 


Jakarta (postkotantb.com)- Dalam rangka mempererat komunikasi antar pengurus dan madrasah inklusif, Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) Pusat menyelenggarakan Silaturrahmi Nasional Keluarga FPMI se Indonesia.

Dalam silaturrahmi tersebut, langsung diikuti oleh Direktur KSKK Madrasah Dirjen Pendis Kemenag RI, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Pengurus FPMI Pusat, Pengurus FPMI di 13 Wilayah/Provinsi di Indonesia, kepala madrasah dan Guru Pendamping Khusus di 146 madrasah se-Indonesia yang bergabung dalam FPMI.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual pukul 13.00 WIB pada hari Rabu, (23/03).

Yeni Rangkuti dengan pantunnya membuka kegiatan yang bertema “Mari Bergandeng Tangan Membersamai ABK dengan Sepenuh Hati” ini. Pantun ini di lepas seusai menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah.

Ketua FPMI Pusat Supriyono mengatakan, Pendidikan Inklusif adalah sistem layanan pendidikan yang mengatur agar siswa dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya. Tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.

FPMI, telah tersebar di seluruh indonesia membantu pemerintah
dalam menuntaskan buta aksara, tanpa memandang fisik.

Keberadaan FPMI, telah mendapatkan  perhatian dari Kementerian Agama dan ini tentunya, menjadi penyemangat untuk  terus bergerak. "Atas dukungan dari Kementerian Agama, kami siap membantu kemenag dalam mendampingi madrasah inklusif di negeri ini, semua madrasah harus inklusif” ujar Kepala MIN 5 Semarang.

Direktur KSKK Madrasah, H. Moh Isom dalam arahannya menyampaikan, program FPMI, dalam menjalankan misinya di dunia pendidikan, khususnya di kalangan pendidikan di madrasah, Kementerian Agama memberikan support yang tinggi. “Kemenag RI sangat mendukung terselengaranya madrasah inklusif, karena Bapak Menteri Agama apalagi Ibu Menteri Agama sangat fokus terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, dan beliau juga dinobatkan sebagai Bunda Inklusif Kementerian Agama RI. Mari kita saling mendukung, kami diberi data-data madrasah inklusif yang lengkap, dari data tersebut akan kami jadikan landasar dalam memberikan bantuan dari kementerian agama, ” ujarnya panjang.

Sementara itu, Siti Sakdiyah Kasubdit PD Pontren Dirjen Pendis Kemenag RI menyampaikan, ucapan terima kasih atas paparan dari perwakilan madrasah inklusif dari wilayah-wilayah di Indonesia tentang apa yang terjadi di masing masing madrasah.

“Kami siap menyampaikan kepada pimpinan melalui pokja inklusif, apa yang dibutuhkan, ” katanya.

 “Kementerian Agama tidak bisa bergerak sendiri tanpa dukungan dari FPMI, FPMI juga tidak bisa bergerak sendiri tanpa Kementerian Agama, mari saling bersinergi untuk kemajuan madrasah inklusif, ujarnya, diakhir sambutanya beliau berpesan “Lakukan saja sekalipun salah, yang penting jangan sengaja melakukan kesalahan, diniati untuk kesejahteraan ABK dan dilakukan dengan cara yang baik, insyaallah akan dituntun jalannya oleh Allah," Ungkap Penasehat FPMI Pusat. (Ap)

0 Komentar

Posting Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close