Lombok Timur, (postkotantb.com) -
Nelayan Hebat, nelayan selamat, nelayan sejahtera, inilah tema yng diangkat,
Stasiun Meterologi Zainuddin Abdul Madjid Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),dalam menggelar kegiatan Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) di kabupaten Lombok Timur, yang di 100 orang nelayan tangkap yang dipusatkan di Pusat Pelelangan Ikan Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya senin (13/6) kemarin.
Acara SLCM yang dihadiriKomisi V DPR RI Suryadi Jaya Purnama (SJP), kepala pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kab Lotim M. Zainuddin, dan secara virtual PLH Kepala BMKG Pusat yang juga Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto.
Panitia SLCN Cucu Kusmayancu, dalam kata sambutan menyampaikan, atas dipilihnya Labuhan Lombok sebagai lokasi SLCN kali ini karena mengingat Labuhan Lombok merupakan sentra terbesar lokasi penagkapan ikan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, lanjut Cucu kusmayancu, selain itu adapun dasar digelarnya SLCN ini mengingat kondisi cuaca saat ini sangat beragam yang bisa berpengaruh terhadap ketahanan pangan dari sektor perikanan. atas dasar itu nelayan didorong melalui SLCN untuk mendapatkan informasi cuaca, prakiraan musim, cuaca ekstrem, prakiraan gelombang dan kecepatan angin.
Sementara itu ditempat yang sama Eko Prasetyo selaku Kepala Pusat Metorologi Maritim BMKG, juga dalam kata sambutannya menyampaikan beberapa hal penting
Bagi Eko, kegiatan SLCN ini sangat penting untuk dilakukan agar dapat terwujudnya "Nelayan hebat sejahtera dan selamat".dia berharap agar Kedepan nelayan tidak saja bisa mengakses informasi yang valid tentang kondisi cuaca di perairan, tapi nelayan juga bisa mendapatkan informasi titik koordinat lokasi keberadaan ikan yang bakal di tangkap.
"Nelayan tidak perlu lagi bingung dan hanya berputar-putar di tengah laut mencari ikan karena belum mengetahui kondisi dimana lokasi keberatan ikan, namun setelah mengikuti SLCN yang diadakan BMKG, semua sudah di sediakan informasi lengkap dengan titik koordinat lokasi ikan yang bakal di tangkap" katanya.
Masih dengan SLCN, apa bila sudah selesai dilaksanakannya, diharapkan oleh Eko, dapat melahirkan alumni SLCN yang tangguh serta tidak mudah termakan oleh berita hoax terhadap informasi soal cuaca, terutama cuaca maritim.
"Informasi yang paling sering dikeluarkan BMKG adalah prediksi gempa dan tsunami. Informasi ini seringkali meresahkan. atas dasar itu saya meminta kepada masyarakat jangan cepat percaya dengan ramalan-ramalan gempa dan Tsunami seperti itu .Informasi yang akurat dan terpercaya jangan pernah percaya selain informasi yang dikeluarkan oleh BMKG" Imbuhnya.
Melalui SLCN, peserta juga diharapkan dapat memahami informasi dan alumni SLCN diharapkan akan bisa menjadi agen SLCN yang mampu"menyampaikan informasi ini ke seluruh nelayan yang ada.
Lebih Lanjut dikatakanya, "setiap saat BMKG siap berikan informasi yang pasti sehingga nelayan tak sekadar mondar mandir di laut tapi pulang bawa ikan tangkapan yang melimpah" ucapnya
Sementatara itu secara Virtual Guswanto, selaku PLH Kepala BMKG Pusat juga selaku Deputi Bidang Meteorologi mengatakan, informasi terkait cuaca itu penting bagi nelayan, karena melalui informasi yang lengkap, hasil tangkapan nelayan akan bisa lebih besar.
"Selat lombok merupakan tempat migrasi ikan yang cukup tinggi baik itu ikan tongkol, tuna sirip kuning dan sejenisnya. Potensi perikanan di Lombok ini cukup besar katanya, sembari ia juga menyampaikan ucapan rasa terimakasih kepada SJP selaku Anggota Komisi V DPR RI yang telah mendukung penuh program SLCN di Labuhan Lombok.
Masih di tempat yang sama Suryadi Jaya Purnama, ( SJP) juga dalam sambutannya menegaskan beberapa hal yang biasa dilakukan oleh nelayan secara turun temurun,"Banyak nelayan tradisional kita pandai membaca cuaca dengan melihat bulan dan merasakan suhu. Namun dengan itu dirasa tidak cukup karena perubahan cuaca yang saat ini terjadi tidak bisa diprediksi secara begit (Mul)


0Komentar