Lombok Utara, (postkotantb.com) -  Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arius Santun Hutahean, MH, (Analis Kebijakan Ahli Madya),didampingi
M.Syamsul Luthfi, S.E- Anggota Komisi X DPR RI, Wiweko Adi Nugroho- President Director Lead and Beyond, Drs.Ainal Yakin- Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara dan Raden Winata Darmajaya - Konsultan UMKM Bidang SDM, dalam sambutan pada kegiatan "Sosialisasi Bimbingan Peningkatan SDM, Peningkatan Sadar Wisata", Sabtu (11/6/2022) mengatakan,
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, kita semua dalam keadaan sehat, dan dapat hadir secara offline pada kegiatan Bimbingan Teknis Sadar Wisata dengan tema "Peningkatan SDM Dalam Meningkatkan Sadar Wisata".

Semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat dan tetap semangat.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa pandemi Covid-19 yang telah kita lewati selama 2 tahun berjalan ini, memberikan dampak yang sangat siginifikan terhadap seluruh sektor, tidak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dan tentu saja telah dirasakan pula oleh Bapak dan Ibu sekalian yang hadir pada hari ini.

Kondisi pandemi Covid-19 telah mengubah lanskap pariwisata global, dimana terjadi pergeseran tren wisata, yang mengarah pada perjalanan domestik atau low mobility, low touch, less crowded, dan hygiene. Wisatawan akan memprioritaskan destinasi dan akomodasi yang mereka anggap aman, sehingga standarisasi CHSE pada semua destinasi menjadi hal terpenting, serta preferensi wisatawan juga akan bergeser dari tujuan popular dan ramai ke produk outdoor dan kebugaran, dengan 2 jenis atraksi, yaitu alam dan budaya.

Pergeseran tren pola perilaku wisatawan tersebut mengarah pada quality tourism, dimana wisatawan tidak hanya sekedar melihat namun juga ingin mendapatkan experience yang unik dari kunjungan wisatanya.

Desa wisata menjadi salah satu alternatif destinasi wisata alam yang menawarkan experience dan dapat memberikan kesan bagi wisatawan, dengan menghadirkan keunikan dan ciri khas produk lokal dan atraksi daerah, serta pelayanan yang berkualitas. Hal ini sejalan juga dengan data Grab, bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke desa wisata pada masa pandemi meningkat hingga 30 persen.

Memperhatikan hal tersebut, desa wisata memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan, juga membuka lapangan pekerjaan, dan peluang usaha baru ekonomi kreatif, sehingga dapat menjadi alternatif ketahanan perekonomian Indonesia.
Selain itu, pandemi juga berdampak pada meningkatnya disrupsi digital, yang memunculkan banyak peluang digitalisasi diberbagai bidang, dan menjadi pendorong terhadap akselerasi implementasi revolusi industry 4.0 dan era Society 5.0.

Tantangan dan peluang besar ini tentunya menjadi pekerjaan rumah kita bersama, terutama bagi masyarakat di desa wisata yang merupakan tuan rumah (host) sekaligus tamu (guest), untuk melakukan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi dengan cara menyiapkan layanan jasa/produk berkualitas sesuai era saat ini, yaitu penerapan disiplin protokol kesehatan pada setiap aktivitas secara ketat, serta bagaimana memberikan pelayanan berkualitas berbasis digital, pemasraan produk pariwisata berbasis digital, serta memperluas jejaring kerjasama,, sehingga diperlukan penambahan date sesuai pengetahuan dan keterampilan yang yang up to perkembangan terkini. kata Arius Santun.

Merespon hal di atas lanjutnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menyiapkan langkah-langkah untuk akselerasi pemulihan sektor pariwisata sekaligus menjawab tantangan tersebut, yaitu melalui peningkatan kapasitas SDM, yang salah satunya melalui peningkatan wawasan/pengetahuan tentang Sadar Wisata yang difokuskan pada CHSE dan Pelayanan Prima, serta pemasaran produk pariwisata di era digital, bagi masyarakat di destinasi wisata, seperti yang kita ikuti bersama pada hari ini.

Upaya diatas, dilakukan selain dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya implementasi CHSE, dan Pelayanan Prima, juga untuk memulihkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia khususnya desa wisata, serta menjamin wisatawan baik nusantara maupun mancanegara untuk berwisata secara aman.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Indonesia telah membuka pintu kedatangan bagi wisatawan mancanegara, yang dimulai dengan Bali dan Kepulauan Riau, serta pemberlakuan kebijakan fasilitas Visa on Arrival (VOA) khusus wisata bagi 23 negara dan bebas karantina bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali yang berlaku sejak tanggal 7 Maret 2022, namun tentunya dengan tetap menerapkan prokes ketat (wajib PCR dan hasil negatif).

Pembukaan pintu kedatangan tersebut tentunya membuka peluang besar bagi wilayah Lombok untuk dapat dikunjungi oleh wisatawan Terlebih lagi pada Tahun 2022 Indonesia menjadi tuan rumah dalam perhelatan beberapa event internasional, termasuk Lombok yang telah sukses menjadi Host event MotoGP pada pertengahan Bulan Maret yang lalu, yang manfaatnya tentunya telah dirasakan oleh seluruh masyarakat termasuk Bapak/Ibu Saudara sekalian. Peluang tersebut tentunya harus dipersiapkan dipersiapkan secara bersama-sama sehingga peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan kunjungan wisatawan.
Segala upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, oleh karena itu kami mengajak kepada seluruh stakeholder termasuk Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, dan seluruh masyarakat yang hadir pada hari ini, mari bekerjasama dan membangun sinergi, serta berbenah diri dengan meningkatkan kualitas skill dan jasa layanan/produk, untuk memulihkan pariwisata indonesia dan perekonomian nasional, dengan prinsip 3G, GeBer (Gerak Bersama), GerCep (Gerak Cepat), dan GasPol (Garap Semua Potensi).
Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan, terima kasih atas perhatian para hadirin sekalian, serta mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Pada kesempatan ini kami mohon perkenan bapak.H.Syamsul Luthfi, Anggota Komisi X DPR RI, untuk dapat membuka Kegiatan Bimbingan Teknis Sadar Wisata.
Salam pesona indonesia Salam sehat penuh semangat Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (@ng)