Sukses Terapkan Metode Hulu Hilir, Kini Terpilih Jadi Penghasil SBW Terbaik di Indonesia
Terpilih sebagai penghasil Sarang Burung Walet (SBW), terbaik di indonesia, tidak semudah yang dibayangkan. Lalu Ading Buntaran ceo Kampung Walet Desa Kateng, sudah terbiasa jatuh bangun dalam membesarkan bisnis ini, dengan metode Hulu Hilir dan berbagi dengan yatim, akhirnya sukses terpilih sebagai penghasil sarang walet terbaik di Indonesia
SAPARUDDIN
LOMBOK TENGAH
WALET di Provinsi NTB khususnya di Lombok Tengah, ketika orang bertanya, Dimanakah Kampoeng walet di Loteng, pasti akan menjawabnya di Desa Kateng Kecamatan Praya Barat Loteng.
Distempel Desa Kateng sebagai Kampoeng walet, tentunya tidak semudah yang dibayangkan, pasalnya sejak tahun 2009 silam, Lalu Ading Buntaran Ceo Kampoeng walet, membuka peluang bisnis walet.
Dalam perjalanannya, tentunya halangan dan rintangan pasti ada, banyaknya halangan dan rintangan tersebut, itu sebuah hidangan yang sering di cicipi setiap pagi, sehingga jika sekarang ada problem, bagi Lalu Ading itu hal biasa.
Merintis walet, tahun 2009 hanya mengandalkan 1 buah rumah walet, seiring waktu dan menikmati hasil usaha walet, dari 1 rumah walet, tahun 2018 fokus mengembangkan walet dan tahun 2019, berkembang rumah walet menjadi 33 dan saat ini menjadi 99 rumah walet.
"Kenapa angka 1, 33 dan 99 itu muncul, saya sendiri heran, namun setelah saya pikir pikir, ternyata angka 1 itu, angka yang bersentuhan dengan sang Khaliq. Sedangkan 33 itu angka tahmid, dan angka 99 itu asmaul husna atau nama nama Allah di dalam Al Qur'an," Kata Ceo Kampoeng walet Lalu Ading Buntaran, Jum'at (10/6).
Suksesnya membangun rumah walet sebanyak 99, sehingga baru baru ini, lahirlah nama Kampoeng walet 99 di Desa Kateng.
Berkembangnya rumah walet, tentunya sejalan dengan keberhasilan dalam menjalankan bisnis ini. Artinya dengan semakin banyak rumah walet, tentunya semakin tinggi pula sarang walet yang didapatkan.
Dan sarang sarang burung walet, Yang berasal dari Kampoeng walet Desa Kateng, alhamdulillah tidak sedikit yang sudah tembus di pasar internasional, seperti Cina, Taiwan, Saudi Arabia dan sejumlah negara maju lainnya.
Sedangkan di tingkat nasional, alhamdulillah hasil olahan sarang burung walet, telah banyak diminati kalangan para artis dan pejabat papan atas.
"Kalau ada gelaran umkm sarang burung walet di level nasional, alhamdulillah kita selalu diundang," Katanya.
Atas kesuksesan tersebut, alhamdulillah pula, baru baru ini, sudah di tunjuk oleh Kementerian Pertanian sebagai tempat program prioritas pengembangan walet. Hingga di percaya meminjamkan dana senilai Rp 450 M, dari program KUR yang dititipkan melalui BRI.
"Satu pekan lalu, alhamdulillah Rp 30 M dari Rp 450 M, sudah kita Terima," Tuturnya.
Selainnya hal di atas, kesuksesan mengembangkan bisnis sarang burung walet, tak lepas dari hasil do'a do'a yatim piatu, artinya setiap kali panen, untuk yatim pasti ada.
Besarnya manfaat bisnis inj lanjutnya, sehingga pihaknya menyebutkan sarang burung walet adalah harta Karun ekspor Indonesia, dan itu ada di Kampoeng walet.
"Bayangkan saja, setahun saja ekspor Indonesia sampai 350 ton dan Alhamdulillah dari 350 ton tersebut, sarang burung walet Kampoeng walet selalu ada," Ujarnya.
Ditanya masalah cara pengembalian kepercayaan pemerintah memberikan bantuan modal senilai Rp 450 M melalui dana KUR, Lalu Ading yang biasa di sapa mamiq Bun memaparkan,
Cara membayar dana dari pemerintah 2,5 persen untuk yayasan tahfiz Al Qur'an, setiap hasil panen akan di alokasikan untuk yayasan tahfiz. Selanjutnya 17,5 persen untuk biaya operasional.
Sedangkan sisanya 80 persen dibagi rata 40 persen untuk investor dan 40 untuk pemerintah hingga lunas. Dan itupun dicicil hanya saat ada hasil panen.
"Perhitungan setoran akan berlaku hanya jika terdapat hasil panen," Jelas Lalu Ading. "Dari semua apa yang saya uraikan diatas, itulah yang kami namakan usaha dari Hulu hingga hilir," Sambungnya.
Catatan Postkotantb.com. HL Ading Buntaran adalah Ceo kampoeng walet 99, ide kampoeng walet ini adalah hasil pemikiran putra asli Kateng NTB dengan pengalaman selama puluhan tahun dalam usia budidaya walet beliau dipercaya saat ini adalah momentum yang tepat untuk memberikan segala ilmu dan pengetahuan usaha budidaya walet dari hulu hingga hilir lewat pengembangan kampoeng walet dari Kateng untuk Indonesia dan kampoeng walet Kateng jadi percontohan untuk Indonesia dan dunia. (**)


Beliau sangat kerenn
BalasHapus