Lombok Barat,  (postkotantb.com) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuripan Lombok Barat, diisi oleh orang orang yang yang mengakui dirinya lalai, dalam melakukan kesalahan, atau bisa saja karena kebijakan yang sebenarnya tidak disengaja

Sehingga mereka terjerat hukum, karena itu penting untuk saling mengingatkan dan memberi motivasi kepada mereka tentang kehidupan yang lebih baik.


Baru baru ini, Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB,melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Pemasyarakatan (lapas) IIB Mataram yang berlokasi di
Dusun Pemangket, Desa Kuripan Utara, Kabupaten Lombok Barat.

MoU tersebut erat kaitannya dengan pembinaan,terutama dalam hal agama.

Kepala Kanwil Kemenag NTB Dr. KH. Zaidi Abdad mengatakan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang keagamaan,memiliki tanggung jawab yang besar dalam memberikan pembinaan kepada siapapun, termasuk di Lapas.


"Melakukan kebaikan kepada siapapun itu adalah kewajiban kita bersama, apalagi kementerian Agama sebagai salah satu lembaga yang bergerak di bidang keagamaan, suatu keharusan dalam memberikan pembinaan, terutama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang saat ini sedang di bina di lapas Kuripan," Katanya kemarin.

Dikatakan,di kementerian Agama itu memiliki Penyuluh Agama Islam,sehingga menjadi keniscayaan warga binaan mendapatkan bimbingan untuk bertobat dan diarahkan kepada ketaatan beragama sehingga keluar dari lembaga Pemasyarakatan bisa menjadi insan yang penuh kesadaran dan tidak lagi mengulangi kesalahannya.

Selanjutnya,dalam penanaman nilai-nilai keagamaan perlu dilakukan secara berkesinambungan, mengingat para WBP mengakui dirinya lalai, dalam melakukan kesalahan, atau bisa saja karena kebijakan yang sebenarnya tidak disengaja

Sehingga mereka terjerat hukum, karena itu penting untuk saling mengingatkan dan memberi motivasi kepada mereka tentang kehidupan yang lebih baik.Dan dalam memberikan bimbingan diperlukan kesabaran.

"Kita punya penyuluh Agama yang memiliki keahlian tersendiri dalam memberikan dakwah, sehingga mereka paham metode dakwah yang akan mereka terapkan, dalam memberikan bimbingan," ungkapnya.

Untuk penyuluh Agama lanjutnya, ada yang sudah PNS dan Non PNS, yang jumlahnya ratusan orang eraebar di seluruh wilayah NTB.Mereka bertugas di masing masing desa dan kelurahan.

"Jika masyarakat butuh penyuluhan Agama, silahkan kementerian Agama memiliki penyuluh yang ahli di bidang Agama dan silahkan bisa konsultasi langsung,"ujarnya. "Masing masing Kabupaten Kota, silahkan jalin kerjasama dengan lapas di masing-masing Kabupaten Kota,lakukan dakwah sentuh hati saudara saudara kita yang ada di lapas," harapnya.

Melaksanakan perintah agama dalam berdakwah tambahnya, selain mendatangkan pahala juga salah satu cara mendekatkan diri kepada masyarakat. (Ap)