![]() |
| Potret sungai Ancar. (Dok. RIN) |
Mataram (postkotantb.com)- Intensitas hujan yang kian meningkat Oktober ini, mendorong Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB untuk siaga menangani sampah di wilayah sungai.
Hal ini merupakan langkah antisipasi dinas tersebut agar sampah tidak menjadi faktor penyebab terjadinya banjir.
Kepala DLHK NTB, Julmansyah, melalui Kepala Bidangnya, Firmansyah, mengaku, ada beberapa lokasi sungai yang masuk dalam skala prioritas. Salah satunya Sungai Ancar, Kelurahan Kekalik Jaya, Sekarbela, Kota Mataram.
"Kami akan siagakan terus di sungai yang masuk skala prioritas," ungkap Fiman, sapaannya, Selasa (18/10/2022).
Khusus di Kota Mataram kata Firman, pihaknya juga tengah menjalin komunikasi dengan beberapa OPD lingkup Pemerintahan Kota Mataram. seperti Dinas PU dan DLH Kota Mataram, untuk memberikan edukasi. Terutama pada warga yang lokasi rumahnya dekat dengan sungai.
"Kami juga meminta Dinas PU untuk lebih memperhatikan wilayah mana yang menjadi penyumbang sampah untuk diberikan edukasi agar aktifitas pembuangan sampah di sungai menurun," imbuhnya.
"Selama 2 minggu terakhir kami pun terus melaksanakan penanganan sampah. Dan kami ajak teman-teman komunitas membantu," sambungnya.
Di sisi lain, Firman menampik ketika ditanya soal peristiwa banjir yang terjadi belum lama ini di Malimbu, Kabupaten Lombok Utara, diduga akibat penumpukan sampah.
"Sepengetahuan saya banjir yang di Malimbu, bukan karena penumpukan sampah. Karena banjir berasal dari hulu sungai. Di sana kan arealnya perbukitan dan jarang ada pemukiman" Tampiknya.
Dari dinas sendiri, lanjut Firman sudah meminta ke pihak KPH Rinjani Barat untuk tetap melakukan pemantauan di wilayah hulu, terutama kondisi geografis serta hutannya.
"Tidak semata-mata banjir itu, diakibatkan sampah kiriman. Kondisi hutan yang kundul dan tanahnya banyak kemiringan juga menjadi faktor terjadinya banjir. Kami sendiri tetap berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya untuk penanganan hutan," jelasnya.(RIN)


0Komentar