Lombok tengah, (postkotantb.com) - Mencegah terjadinya luapan air selokan yang dapat akibatkan genangan banjir, lingkungan kumuh dan mencegah resiko wabah demam berdarah (DBD). Pemerintah Desa Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok tengah ajak warga gotong royong lakukan pembersihan, jum'at (18/11/22).

Hal demikian dimaksudkan sebagai langkah antsipatif sekaligus tumbuhkan kesadaran semua elemen untuk senantiasa tingkatkan kewaspadaan.

Rudi hartono, Sekretaris Desa Pelambik, menerangkan, giat pembersihan selokan merupakan upaya lanjutan dari pelaksanaan proyek pembangunan irigasi tambahan untuk pengairan 30  hektar lahan masyarakat inisiasi Dinsakertrans Lombok tengah.

" Hari ini kita sasar daerah pinggiran jalan di Dusun Karang Ampan dan Orong Tengak yang kerap banjir di musim penghujan karena gorong-gorong tersumbat sampah, " tutur Rudi.

Tapi kegiatan padat karya tersebut, lanjutnya, terbatas anggaran. Sehingga tidak mampu perbaiki dua titik ruas drainase jalan sentral sepanjang 2 kilometer secara total. Maka bantuan pemerintah atau steckholder terkait mutlak diperlukan.


" Kami hanya bisa menggali tumpukan tanah, bebatuan, sampah di selokan dengan swadaya pakai cangkul, padahal butuh alat berat kato, tentu sedot waktu yang lama, hasilnya juga semeraut, tapi itu lebih baik ketimbang tidak berbuat sama sekali, " cetusnya.

Rudi wakili Pemdes akui belum sanggup tangani drainase. Ia memang mengeluhkan hanya ruas jalan tersebut yang masih rusak sementara jalan lain sudah hotmik mulus.

" Dulu 5 tahun lalu sudah dibantu melalui aspirasi Dewan Provinsi RT, tapi 2 tahun sudah rusak kembali, padahal ramai dilewati jadi jalur alternatif kendaraan menuju arah selatan tembus bendungan Pengga dan akses penting hubungkan Desa lainnya, " jelasnya.

Mamiq rindang salah seorang warga sedikit menyentil beberapa proyek besar yang tengah berlangsung di Bendungan Pengga.


Ia menilai perusahaan-perusahaan pelaksana tidak transparan terkait kontribusi, korelasi, ataupun kompensasi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Semisal bantu pakir miskin lah, anak yatim atau orang tua jompo. Kan pasti akan didukung penuh mereka berpoyek, jangan hanya jadi sebuah tontonan saja.

" Setidaknya kami mendapat informasi CSR nya, tapi nihil, masak iya masyarakat tidak menerima manfaat apapun, kan anggarannya bersumber dari pajak rakyat juga," tandasnya.

Diharapkan, Pemda dan swasta terkait mau mendengar dan berempati terhadap permintaan warga, demi kebaikan dan kemajuan bersama. (Irs)