![]() |
| Gedung baru SMAN 2 Kempo yang pengerjaan belum tuntas. |
Mataram (postkotantb.com)- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB melalui Kepala Bidang SMA, H. Lalu Muhammad Hidlir, angkat bicara soal lahan SMAN 2 Kempo, Kabupaten Dompu yang diduga masih dalam sengketa.
Dari hasil turun lapangan pekan kemarin, kata dia, masyarakat bahkan kepala sekolah mengaku, lahan tersebut sudah tidak lagi dalam status sengketa. Sehingga, Dikbud NTB diminta untuk dapat melanjutkan pembangunan gedung baru sekolah tersebut.
"Menurut pengakuan masyarakat bahkan tokoh pendidikan di sana, tanah itu sudah tidak bermasalah," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (14/02/2023).
Untuk diketahui, lanjut dia, SMAN 2 Kempo baru masuk dalam kewenangan Dikbud NTB Tahun 2017 silam. Lahan yang tersedia di sekolah itu, hanya seluas 25 are. Ini sebenarnya jauh dari luas lahan untuk sekolah yang dipersyaratkan pemerintah. Yakni minimal seluas 70 are.
Namun Pada Tahun 2021, Pemerintah tetap membantu sekolah, dengan membangunkan gedung kelas, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilai anggarannya sekitar Rp. 2,7 miliar. Harapan dan pertimbangannya, bangunan baru tersebut dapat menjadi tahap awal sekolah, agar ke depannya dapat lebih berkembang.
"Apa motif dipersoalkannya lahan sekolah itu. Kenapa pada saat DAK turun dan mau direalisasikan, malah tidak dipersoalkan. Setiap ada gerakan membangun, pasti ada yang dipersoalkan," sindirnya.
Persoalan lahan SMAN 2 Kempo cukup menyita perhatian publik. Hal ini berawal dari Anggota Lembaga KPK Independen, M. Rusli yang menyoroti keberadaan gedung baru yang dibangun Dikbud NTB, pembangunannya belum tuntas (Bidiknews edisi 6 Februari 2023,red).
Ditambah dengan pernyataan Direktur Cv. Megasindo Pratama sekaligus mantan kontraktor proyek gedung SMAN 2 Mataram, Syahruddin yang mengatakan, bahwa sebenarnya, Tahun 2022 akan dilanjutkan dengan sistem penunjukan langsung.
Diduga karena ada upaya dipidanakan oleh pihak yang mengaku pemilik tanah, Dikbud NTB tidak mau melanjutkan proyek itu.(RIN)
.jpg)

0Komentar