![]() |
| Stasiun Radio Nina Bayan. |
Mataram (postkotantb.com)- Pekan depan, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB mengagendakan kunjungan ke Stasiun Radio 'Nina Bayan' Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Stasiun radio ini diresmikan dan diuji coba Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tahun 2021 lalu, sebagai sarana edukasi di tengah-tengah Pandemi Korona dan uji coba itu pun berhasil.
"Insa Allah pekan depan kami akan ke stasiun radio Nina Bayan," ungkap Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori di Kantornya, Kamis (16/02/2023).
Kunjungan di stasiun radio tersebut, dalam rangka mengecek kembali kelengkapan administrasi untuk dapat diinput dalam Sistem Informasi Manajemen Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran (SIMP3).
"Kedatangan kami ke stasiun Radio Nina Bayan, untuk menfasilitasi mereka akan segera mendapatkan izin dari Kemen Kominfotik. Karena kewenangannya di sana," imbuhnya.
Selain membantu Stasiun Radio ini, lanjut Ajeng, KPID NTB akan segera menggelar rapat dengan tim ahli untuk menyusun Standar Operating Prosedur (SOP), sebagai pedoman untuk memulai program Desa Peduli Penyiaran.
"Tim ahli ini, sebagiannya dari Universitas Mataram (Unram) serta Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram," terangnya.
Saat SOP sudah klir, pihaknya akan menggelar Road Show di delapan kabupaten se NTB. Dalam hal ini, KPID NTB akan berkunjungan ke masing-masing bupati serta stakeholeder terkait. Khususnya aparatur desa.
"Ini kerja keras kami dalam meyakinkan kepala daerah baik secara politik maupun pemerintahan. Kami akan menggelar bimbingan teknis dengan mengundang stakeholder termasuk Diskominfotik serta para aparatur desa di setiap kabupaten. Selesai bimbingan teknis, nanti ada pencanangan desa," bebernya.
"Yang kami inginkan, mereka mengerti dengan apa yang menjadi upaya KPID NTB. Sehingga mereka paham, betapa pentingnya memahami tansformasi teknologi," sambungnya.
Dengan program yang diupayakan KPID NTB, Ajeng berharap nantinya dapat melahirkan generasi baru dalam penyiaran, dari kawasan pedesaan. Selaras dengan hal tersebut, pihaknya juga tengah membenahi website KPID NTB, yang dapat terkoneksi dengan NTB Care serta stasion radio di pedesaan.
"Website yang secara otomatis saling terkoneksi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Dengan capaian adalah bentuk lengkap untuk menghadapi perubahan teknologi. Karena tantangan stasiun radio ke depan itu kemajuan teknologi.
"Masyarakat nantinya juga dapat memilih sendiri siaran sehat. Karena peralihan analog ke digital ini berimplikasi terhadap lahirnya banyak televisi dan radio. Sehingga pengawasan tidak cukup hanya dari KPID," tandasnya.(RIN)


0Komentar