Lombok Barat (postkotantb.com) - Direktur RSUD Patuh Patut Patju (Tripat) Lombok Barat (Lobar), dr. Suriyadi, S.p., AN mengklaim pendapatan RSUD Tripat naik 100 persen sejak peralihan status dari rumah sakit tipe C menjadi rumah sakit tipe B.

''Setelah kami tipe B naik terus dan klaiman kami dari Rp 1,7-2 miliar naik menjadi Rp 3,7-6 miliar per tahun,'' kata dr. Suriyadi saat menerima kunjungan kerja Bupati Sintang, Kalimantan Barat di Kantor Bupati setempat, Senin (15/5/2023).

Naikknya pendapatan secara signifikan itu, lanjut dia, disebabkan peralihan status yang tentunya juga menyebabkan peralihan tarif, yakni dari tarif kelas C ke B. Ditunjang juga dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat/pasien semakin banyak, selain terus menjalin komunikasi dengan BPJS.

''Kami juga menambah jumlah pelayanan di samping juga bekerjasama dan berkomunikasi dengan BPJS terkait masalah rujukan,'' imbuh dr. Suriyadi.

Lebih lanjut, terkait masalah rujukan, RSUD Tripat sudah memiliki kesepakatan dengan BPJS. Kesepakatan itu berdasar luas wilayah Lobar yang membentang dari utara, tengah, dan selatan. Dengan statusnya yang tipe B, pasien yang berasal dari wilayah terdekat dari RSUD Tripat, bisa langsung ke RSUD Tripat untuk melakukan pengobatan tanpa harus langsung ke rumah sakit tipe A di Kota Mataram.

''Misalkan pasien yang dari wilayah Sekotong, tidak mungkin harus melewati RSUD Tripat apalagi yang kasus gawat darurat. Jadi wilayah selatan bisa langsung ke rumah sakit tipe B. Dan, wilayah utara dan tengah bisa ke rumah sakit tipe C di Narmada,'' ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, RSUD Tripat naik kelas dari rumah sakit tipe C ke tipe B pada 31 Maret 2022. Dan, setahun kemudian mendapat akreditasi paripurna dari Kemenkes RI.

''Ini semua berkat suport dan dukungan dari Bupati dan Wabup, eksekutif, dan legislatif yang selalu mensuport kami, sehingga RSUD Tripat ini bisa berjalan dengan baik,'' katanya.

Terkait pelayanan dan aspek pendukung, RSUD Tripat saat ini memiliki jumlah tempat tidur sebanyak 229, jumlah pegawai 589 orang, dan dokter spesialis sejumlah 32 orang. (wan)