![]() |
| Calon DPRD Provinsi NTB, Dapil 6 (Dompu, Bima, Kota Bima,red), Prof. Dr. Sutarto, M. Pd., menyampaikan sambutan di acara halal bihal di kediamannya, Minggu (21/05). |
Mataram (postkotantb.com) - Calon DPRD Provinsi NTB, Dapil 6 (Dompu, Bima, Kota Bima,red), Prof. Dr. Sutarto, M. Pd., kembali menggelar acara Halal Bihalal bersama mahasiswa pasca Idul Fitri 1444 Hijriah di kediamannya Blok Q 11 Perum Elit, Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Minggu (21/05).
Acara yang terselenggara pagi hari ini berlangsung khidmad, dihadiri Sekjen DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Keluarga Besar serta para sahabatnya. Kemudian khusus Dompu, masing-masing kecamayan, diwakili 1 orang perwakilan.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena hari ini bisa berkumpul dengan orang-orang hebat. kami sekeluarga mengucapkan Minalaidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” ungkapnya.
Diketahui bahwa pria yang belum lama meraih gelar akademik tertinggi, profesor termuda (37 tahun) se NTB, profesor pertama dari Dosen tetap yayasan di NTB, dan profesor pertama di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) ini, secara resmi mengundurkan diri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Tertanggal 10 Mei 2023.
"Ini terhitung empat hari sebelum pendaftaran calon DPR di KPU NTB," imbuh Doktor Sutarto.
Pria ini mengaku, memang awalnya latar belakang pengunduran diri, disebabkan kekecewaan terhadap cara pengambilan keputusan di partai, yang dinilai tidak mementingkan kader yang sudah berjuang selama 2 tahun, kader yang membantu membesarkan nama partai di dapil VI.
Hal tersebut hanya demi mempertahankan yang bukan kader, tanpa alasan yang jelas. Namun, dinamika politik yang dialaminya, tidak menyurutkan perjuangan Doktor Sutarto untuk berkompetisi meraih kursi Udayana. Menurut dia, keikeikutsertaan dalam ranah politik, semata-mata dalam rangka ber Fastabiqul Khairat'.
"Artinya, berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena dalam dunia politik, kita bisa bermanfaat untuk orang yang jauh lebih banyak dan memiliki ruang yang lebih luas lagi, dalam pengambilan keputusan untuk masyarakat NTB, khususnya di Dapil 6," ujarnya.
Rasa keprihatinan terhadap kondisi masyarakat, baik dari aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan dan aspek lainnya, mendorongnya untuk mencalonkan diri, semata-mata untuk masyarakat.
Sehingga, Kendati telah mengundurkan diri, Doktor Sutarto tidak menginginkan garis perjuangannya untuk masyarakat melalui ranah legislatif, terputus begitu saja.
Ia kemudian kembali meminta pertimbangan beberapa pihak, agar tepat memilih partai politik. Antara lain tim sukses, keluarga besar serta, konsultan politik, Istri, dan Ibunda Tercinta.
"Bagi saya bukan sekedar calon, tapi saya nawaitu untuk mengabdi ke masyarakat. Hari pertama saya belum ambil keputusan. Hari kedua saya mengambil keputusan. Hari ketiga, saya ketemu pak irzani dan Sekjen Perindo. Alhamdulillah dengan tangan terbuka Partai Perindo menerima saya," ulasnya.
Sebelum memutuskan bergabung ke partai besutan Hari Tanoesoedibjo (HT), ada banyak partai yang meminta untuk bergabung sebagai Caleg di Dapil 6. Bahkan beberapa partai diantaranya, sudah menyediakan nomor urut pencalonan, usai resmi mengundurkan diri dari Partai Golkar.
"Iya, banyak partai lain. Kenapa harus Perindo. Karena elektabilitas Partai Perindo sebesar 4,9 persen berada di atas dua parpol penghuni parlemen. Yakni PAN, dengan elektabilitas sebesar 2,9 persen dan PPP sebesar 2,1 persen," jelasnya.
"Khusus di NTB, diperkuat figur Tuan Guru Bajang dan Umi Rohmi. Jadi pilihan ini bukan atas kekecewaan dan kesedihan dan pelarian. Tapi pilihan ini atas dasar ikhtiar perjuangan, pertimbangan para tim dan restu keluarga, tidak lain untuk kemenangan," tandasnya.(RIN)


0Komentar