Dok RIN.

Mataram (postkotantb.com)- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) memberikan kesan tersendiri bagi SMKN 5 Mataram. Sebab sekolah ini, menerima Trofi penghargaan AISO 2023, Selasa (02/05) malam, di Gelanggang Pemuda, Kota Mataram.

"Penghargaan ini tidak lepas dari masukan Biro Hukum, Biro Organisasi, BKAD Provinsi NTB bagaimana menjalankan BLUD kita. Khususnya penilaian pemerintah pusat, terhadap Teaching Factory Kita," sanjung Kepala SMKN 5 Mataram H Istiqlal, di ruang kerjanya, Jumat (05/05).

Penghargaan tersebut menurut Istiqlal, sebagai wujud dari kesuksesannya dalam mengelola BLUD dan Teaching Factory. Dia memastikan, bahwa produk yang diproduksi SMKN 5 Mataram banjir pelanggan. Salah satunya, produk Batik Sasambo.

"Kami sudah bekerja dan produk kami ini buka prototipe. Batik kami sudah ada pembelinya," ujarnya.

Para pelanggan batik ini tidak hanya dari instansi pemerintahan. Pihaknya kerap mendapat pesanan batik dari luar daerah bahkan luar negeri. Tidak heran jika Maksimal ombset yang dihasilkan perbulannya dari penjualan Batik Sasambo, tembus Rp. 50 juta.

"Batik Sasambo ini mulai diproduksi tahun 1996. Istilah Sasambo singkatan dari tiga etnis di NTB. Sasak, Samawa dan Mbojo," ulasnya.

Selain sukses dalam hal produk, sekolah ini juga berbagi ilmu pengetahuan dan keahlian, melalui program pelatihan, dengan sekolah lainnya. Seperti Sekolah Luar Biasa (SLB) 1 Mataram dan SLB Lombok Barat.

Begitu juga dengan beberapa lembaga pemerintahan. Diantaranya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram dan Lembaga Pemasyarakat Perempuan (LPP) Kelas III Mataram.

"Setelah diberikan edukasi, SLB 1 Kota Mataram kini memproduksi batik sasambat bercorak sapu lidi. Sedangkan SLB Lombok Barat, Batik Bambu," bebernya.

"Selain itu, sekolah Indonesia yang ada di Negara Malaysia, mengeluarkan batik Sabiindo. Kemudian kerja sama dengan Lapas Mataram. Sekarang mereka memproduksi batik Gembok. Terakhir dengan LPP Mataram," jelasnya.

Dia menambahkan, SMKN 5 Mataram  sudah dipercaya oleh pihak kementerian, untuk menjadi Narasumber BLUD di Wilayah Indonesia Timur. "Jadi, Untuk mempertahankan penghargaan AISO, kami akan lebih giat dalam menciptakan rancangan baru ke depannya," tutupnya.(RIN)