Dok RIN: Kepala SMAN 1 Mataram, Kun Andrasto bersama rombongan MKKS SMA Lampung Tengah Provinsi Lampung, Rabu (17/05).


Mataram (postkotantb.com)- Sebutan sekolah favorit yang tersemat di SMAN 1 Mataram, bukan sekedar isapan jempol. Ini terbukti dengan begitu banyaknya pihak dari luar NTB, se Indonesia yang menjadikan sekolah ini sebagai sasaran untuk program studi tiru.

Kepala SMAN 1 Mataram, Kun Andrasto menyebut, bulan ini saja, pihaknya menerima banyak sekali tamu yang bertandang. Diantaranya, rombongan SMAN 11 Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian SMAN 3 Malang, Jawa Timur. Ada juga dari Pulau Sumatera yakni, Forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Lampung Tengah, Provinsi Lampung, serta Forum MKKS  dari Cianjur, Jawa Barat.  

"Yang pagi ini, Forum MKKS Lampung Tengah Studi Tiru Pengelolaan dan diakhir bulan Forum MKKS dari Cianjur. Mereka mendapatkan informasi dari website resmi dan sosial sekolah kami," ungkap Kun usai menjamu tamu dari Forum MKKS Lampung Tengah, Rabu (17/05).

Tujuan studi tiru ini, kata Kun, salah satunya untuk menggali, sampai sejauh mana rentetan prestasi yang diraih para siswa di SMAN 1 Mataram, baik itu akademik maupun non akademik. Bahkan untuk prestasi yang luar biasa di sekolah ini.

Selain soal prestasi, para pihak yang datang berkunjung itu, juga mengamati sisi kebersihan dan keindahan di sekolah. "Kesan tamu kami, termasuk yang datang di bulan-bulan sebelumnya, bersih dan indah. Terutama toilet," imbuhnya.

Tidak hanya itu. Para tamu yang datang juga menikmati suasana di lingkungan  SMAN 1 Mataram yang indah dan pepohonan yang ada, penuh dengan kesan hijau nan alami.

"Untuk meningkatkan pretasi belajar, tidak cukup dengan giat. Tapi bagaimana suasananya nyaman dan menyenangkan bagi siswa, sehingga proses pembelajaran lebih kondusif dan mudah diterima siswa," ujarnya.

Seperti halnya persiapan Kompetisi Sains Nasional (KSN). Pihaknya telah membentuk Tim Pantia Sukses Menuju prestasi gemilang. Sehingga pembinanya melibatkan dosen dengan agenda delapan kali pertemuan, selama 2 bulan.

"Termasuk siswa diberikan dispensasi selama menjalani proses bimbingan," tambah Kun.

Aspek lain yang menjadi perhatian, lanjut dia, adalah kedisiplinan serta nol bullying di lingkungan sekolah ini. Menurut dia, hal tersebut tidak lepas dari peran serta daya dukung guru bimbingan konseling (BK), guru agama, wali kelas, komite sekolah dan wali siswa. Daya dukung ini pun, sebagai fondasi yang kokoh bagi sekolah.

"Pembinaan terhadap ada siswa secara intensif, menjadikan siswa mau mentaati peraturan sekolah dan menjaga keamanan di sekolah," jelasnya.(RIN)