![]() |
| Kepala SMKN 1 Selong, Abdul Wahid. |
Lombok Timur (postkotantb.com)- Sukses Mendominasi Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi NTB, ternyata memberikan dampak yang luar biasa terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMKN 1 Selong, Kabupaten Lombok Timur.
Kepala SMKN 1 Selong, Abdul Wahid menyebut, per Tanggal 14 Juni 2023, tercatat sekitar 603 orang yang sudah mendaftar dan berkasnya, sudah diterima sekolah. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya 500 orang.
"Yang diterima saat itu, hanya 477 orang dan itupun berat. Peningkatan tahun ini sangat signifikan sekitar 20 persen dibanding tahun lalu," ujarnya.
Jumlah ini diprediksi akan bertambah hingga mencapai 720 orang pendaftar, bahkan setelah PPDB ditutup Tanggal 17-18 Juni mendatang.
"Meski pas hari penutupan, tapi masih ada peminat, kami masih tetap memberikan kesempatan. Sebab, selain masyarakat umum, ada juga guru-guru yang menitipkan anak atau ponakannya," terangnya.
Dengan jumlah tersebut, pihaknya memastikan tidak berpengaruh terhadap jumlah ruang kelas. Terlebih lagi, SMKN 1 Selong telah membuka jurusan baru yang peminatnya belum terlalu banyak. Diantaranya jurusan mekratonika dan teknik elektronika komunikasi, serta teknik kimia industri.
"Bisa pak diterima asal mau masuk di jurusan baru. Kalau yang dominan saat ini jurusan otomotif. Seperti kendaraan ringan bisa empat kelas, sepeda motor bisa empat kelas, body otomotif, alat berat, kendaraan listrik, masing-masing satu kelas. Permesinan ada satu kelas, ada dua kelas," rincinya.
Selain LKS SMK, peningkatan tersebut juga disebabkan rentetan prestasi sekolah, yang kerap ditayangkan ke masyarakat. Baik melalui media massa, maupun media sosial. Sehingga masyarakat lebih mudah mengakses setiap informasi sekolah tersebut.
"Anak mengetahui jurusan sekaligus rincian praktiknya itu juga lewat website dan juga tik tok. Anak ingin apa sudah ada gambaran. Sehingga sudah pilih langsung pilihan pertama dan keduanya," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa, mendaftarkan diri sebagai siswa SMK itu tidak rugi dan siswa yang terbukti berprestasi, biasanya langsung direkrut kerja di dunia industri.
"Kalau siswa kami sudah masuk juara provinsi, perusahaan industri kelas tinggi langsung melirik. Karena memang tidak perlu diseleksi, para juara itu potensi dan kualitasnya terjamin," jelasnya.(RIN)


0Komentar