![]() |
| Saat penutupan kegiatan FLS2N di Aula SLBN 1 Lombok Barat, Kepala Bidang PK-PLK mewakili Kepala Dinas Dikbud NTB, mendokumentasi kegiatan dengan berfoto bersama para juara serta Kepala SLB se NTB |
Lombok Barat (postkotantb.com)- Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (FLS2N-PDBK) Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, berakhir dengan sukses. Berkat ajang ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, berhasil menjaring sembilan siswa Sekolah Luar Biasa (LSB) yang meraih juara 1, dari 7 Mata Lomba.
Diantaranya Nuralifah Agraeni dari SLBN 1 Dompu pada Lomba Cipta dan Baca Puisi, Pradita Elok Safitri dari SLBN 2 Mataram pada Lomba Cipta Komik Strip, Fahredi Suryadi dari SLBN 1 Lombok Barat pada Lomba Desain Grafis, Nabil Sahri Ramadhan dari SLBN 1 Sumbawa pada Lomba Menyanyi Solo tingkat SDLB, Putu Rakka SG dari SLBN 1 Lombok Timur pada Lomba Menyanyi Solo tingkat SMPLB.
Kemudian Alyana Zalfa Zahra dari SLBN 2 Mataram pada Lomba Melukis SDLB, Basada Ummul Mukminin dari SLBN 1 Lombok Barat pada Lomba Melukis tingkat SMPLB dan SMALB, Nindi Sholeha dari SLBN 2 Lombok Tengah pada Lomba MTQ, dan Melisa Adekayanti dari SLBN 1 Sumbawa pada Lomba Pantomim.
Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqon, melalui Kepala Bidang PK-PLK, Hj Eva Sofia Sari, mengungkapkan rasa kebahagiannya atas sejumlah prestasi yang telah diraih para siswa SLB tersebut. Apalagi dirinya sudah menyaksikan langsung hasil karya berupa lukisan, serta talenta-talenta siswa dalam bernyanyi.
"Kita patut berbangga hati, karena anak-anak kita di SLB ini sangat luar biasa," puji Eva dengan tersenyum, Saat akan menutup kegiatan FLS2N, yang berlangsung di Aula SLBN 1 Lombok Barat, Selasa (20/06) sore.
Dirinya mengingatkan kepada guru, khususnya para pelatih di masing-masing SLB untuk tidak berhenti mengasah potensi siswanya agar lebih matang, dalam menghadapi FLS2N tingkat nasional.
"Rasa haru saya tertumpah di sini. Terutama orang tua, mari kita jaga anak-anak kita. Kita sangat bersyukur dapat berada di tengah-tengah mereka. Bagi yg belum berhasil, mari kita terus berlatih. Yang terpenting bagaimana kita bisa saling bersilaturahmi dan bisa menanamkan cinta kepada sesama," pesannya dengan perasaan penuh haru.
Sementara itu, Ketua Panitia FLS2N, sekaligus menjabat Sub Koordinator PK Dinas Dikbud NTB, Slamet Riadi membeberkan, sebelumnya, paniti penyelenggara menemukan sejumlah tantangan selama mempersiapkan perlombaan untuk siswa berkebutuhan khusus.
Namun melalui komunikasi yang baik dan intens bersama masing-masing kepala sekolah SLB, panitia lomba menemukan banyak solusi.
"Ini butuh proses yang panjang dan proses itu dilakoni bapak ibu guru di sekolah masing-masing SLB, baik negeri maupun swasta. Dikbud pun tetap memberikan dorongan, sehingga guru di SLB termotivasi mendidik siswanya hingga meraih juara," terang Slamet.
Tahun lalu, NTB meraih tiga emas. Dari O2SN di Bidang Tolak Peluru, LKS-N Lomba Kriya Kayu dan FLS2N pada Lomba Pantomin. Pihaknya berharap, siswa yang telah diseleksi untuk maju di tingkat nasional, bisa menambah pundi emas untuk NTB.
"Selain itu, kesuksesan siswa menciptakan karya seninya melalui berbagai perlombaan, bisa menjadikan siswa berkebutuhan khusus lebih mandiri ke depannya," jelasnya.(RIN)


0Komentar