Wakil Bupati Kabupaten Lombok Barat membuka Sosialisasi Bahan Dasar Ajar pencegahan HIV/AIDS Bagi Kepala Sekolah/Guru Pendidik Satuan Pendidikan/Guru Madrasah Negeri di Kabupaten Lombok Barat.FOTO:IST/POSTKOTANTB.COM
Lombok Barat (postkotantb.com) - Wakil Bupati Kabupaten Lombok Barat membuka Sosialisasi Bahan Dasar Ajar pencegahan HIV/AIDS Bagi Kepala Sekolah/Guru Pendidik Satuan Pendidikan/Guru Madrasah Negeri di Kabupaten Lombok Barat .
Kegiatan Sosialisasi yang diselenggarakan di Ruang Rapat Jayengrane pada Rabu (14/6/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Dikbud,Staff Ahli Bupati, Sekretaris KPA Provinsi dan Kabupaten, Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah Negeri.
Wakil Bupati Hj.Sumiatun dalam sambutannya menyampaikan Pada tanggal 2 Mei 2023 yang lalu bertempat di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, bersamaan dengan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah tahun 2023.
Kabupaten Lombok Barat telah meluncurkan buku Bahan Ajar Pencegahan HIV/AIDS untuk Sekolah dan Madrasah Negeri. "Kita telah meluncurkan ‘Buku Bahan Ajar Pencegahan HIV/AIDS pada Sekolah/Madrasah Negeri dan Swasta se-Lombok Barat". jelasnya.
Hj.Sumiatun mengutarakan penanganan HIV/AIDS adalah termasuk dalam satu standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Artinya tugas ini tidak hanya melekat pada tupoksi Dinas Kesehatan tetapi menjadi tanggung jawab bersama karena terkait dengan prilaku.
Sebagai contoh, Dinas Dikbud mengajarkan sejak dini berperilaku sehat dan berbudi pekerti yang baik. Salah satu sarana itu adalah melalui buku ajar yang belum lama ini diluncurkan.
Buku ini sebagai bukti kepedulian terhadap lingkungan, generasi muda, anak-anak yang kadang berprilaku yang potensial terkena HIV/AIDS. Artinya, pencegahan dari sejak dini itu harus dilakukan karena ketika sudah terkena dan masuk ke tahap pengobatan adalah jauh lebih sulit. "Penanganan HIV/AIDS bukan hanya tugas satu OPD tetapi kita semua, harus sejak dini kita cegah", terangnya.
Lebih lanjut Wabup Hj. Sumiatun menjelaskan bahwa AIDS itu tidak menular hanya dengan berbicara dengan penderitanya tetapi melalui hal-hal lain, seperti seks bebas, penggunaan jarum suntik dan hal-hal negatif lainnya.
Orang tua bisa menguatkan karakter anak dengan cara pendidikan keagamaan. Kuatkan pendidikan karakter anak-anak sedini mungkin dengan nilai-nilai agama. Sekarang anak-anak dua tahun sudah pegang handpone jika tidak sampai diawasi, maka ini bisa membahayakan.
Kasus HIV/AIDS yang banyak terkena adalah anak muda termasuk pelajar. Hal ini menjadi catatan penting terutama pihak keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjun dalam dunia bebas.
"Hilangkan stigma untuk menjauhi penderita, yang harus kita jauhi itu virusnya, bukan orangnya. Penderita HIV/AIDS harus kita rangkul agar mereka tertangani dengan baik, tidak depresi dan melakukan tindakan yang frontal", imbuhnya
Hj.Sumiatun menyampaikan cara penanggulangan HIV/AIDS adalah STOP yaitu Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan pengobatannya. Dengan kebersamaan, dengan sinergitas dan gerak bersama, maka apa yang menjadi target pada tahun 2030 sebagaimana tertuang dalam peta jalan pengendalian HIV/AIDS yaitu menuju Three Zero 2030 bisa terwujud.
"Saya mengharapkan sosialisasi ini akan menjadi pedoman bagaimana buku ini bisa menjadi sarana untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS menuju Three Zero sebelum tahun 2030", tutupnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lombok Barat H. Nasrun menyampaikan penerapan kurikulum pencegahan HIV/AIDS untuk sekolah dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Negeri direncanakan pada tahun 2023. Penerapan kurikulum ini akan diujicobakan pada tahun ajaran baru 2023/2024 membutuhkan kompetensi dan kesiapan dari guru yang akan memberikan materi pelajaran.
"Guru yang memiliki kompetensi dan pengetahuan tentang HIV/AIDS masih minim. Karenanya, sebelum memberikan materi tentang HIV/AIDS, mereka memperoleh pelatihan terlebih dulu sehingga bisa menyampaikan materi dengan benar," jelasnya.
Di tempat yang sama Sekretaris KPA Kabupaten Lombok Barat M.Junaidi menjelaskan, HIV adalah virus yang menyebabkan infeksi. Sedangkan AIDS adalah kondisi atau sindrom.
Terinfeksi HIV bisa membuat seseorang mengalami AIDS. AIDS terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem imun. Berdasarkan Data KPA Kabupaten Lombok Barat 2021, terdapat 255 kasus HIV dan AIDS 168 Kasus.
Total Kasus HIV/AIDS Tahun 2021 sebanyak 423 Kasus. Tahun 2022 terdapat 276 kasus HIV dan 183 Kasus AIDS. Total Kasus HIV/AIDS Tahun 2022 sebanyak 459 Kasus. "Kasus HIV/AIDS masih cukup tinggi dan memerlukan perhatian dan usaha bersama untuk mencegahnya", harapannya. (Wan)



0Komentar