Ruslan, ST., M. Pd.

Lombok Timur (postkotantb.com)- Pasca  dilantik sebagai Kepala SMKN 3 Selong, Kabupaten Lombok Timur yang baru, Ruslan, ST., M. Pd., tidak mau berleha-leha. Dirinya langsung menyusun sejumlah konsep dalam rangka menggenjot prestasi sekolah tersebut.

Ditemui diruang kerjanya, Selasa (14/07) siang, Ruslan menuturkan bahwa saat ini, pihaknya tengah mengupayakan beberapa hal, dalam rangka mengoptimalkan pembelajaran siswa berbasis industri. Salah satu diantaranya melalui program guru tamu. Kurikulumnya pun akan dihubungkan dengan kebutuhan industri.

"Kami akan mengundang pihak industri sebagai guru tamu. Ini untuk menyesuaikan skill siswa dengan kebutuhan industri. Siswa pasti nanti akan senang dan tertarik, karena bisa praktik langsung. Kesan yang mereka dapatkan, pasti diceritakan ke adik kelasnya," ungkap Ruslan.

Selain guru tamu, lanjut Ruslan, dirinya akan memaksimalkan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Dunia Usaha, Dunia Kerja (DUDI). Sambil membentuk bursa kerja khusus (BKK) untuk pemasaran alumni ke dunia kerja.

Jadi ketika ada lowongan kerja (Loker), pihak sekolah bisa mengeluarkan kartu kuning (Pencari Kerja). "Jadi di semua informasi loker, nanti kami masukan BKK itu. Untuk saat ini kita masih sebatas PKL," katanya.

Dari hasil sementara treasure study yang dilaksanakan pihak sekolah ini, ada sekitar 20 persen alumni yang terserap di dunia industri. Selebihnya, Ada juga yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan sebagiannya memilih berwirausaha.

"Ini belum terhitung alumni siswa kami belum mengambil ijazah. Nanti kalau datang ambil, kami minta untuk mengisi buku treasure study, untuk mengetahui berapa penyerapan lulusan sekolah ini," katanya.

Di sisi lain, pihaknya kini tengah mengupayakan sekolah ini bisa menjadi SMK Pusat Keunggulan. Menurut penilaiannya, SMKN 3 Selong memiliki beberapa potensi yang bagus. Baik dari segi SDM, maupun beberapa persyaratan lainnya.

"SDM kami di sini sudah banyak yang bersertifikasi kompetensi untuk. Termasuk untuk otomotif saja sekitar 7 orang. Kemudian saya juga Alhamdulillah sudah  punya sertifikat Diklat CEO tahun 2021. Kami juga sudah kerja sama dengan empat industri. itu melebih syarat SMK PK yang hanya tiga industri," katanya.

Jika lolos menjadi SMK PK, pihaknya akan segera membenahi beberapa ruang kelas untuk dijadikan bengkel baru sesuai standar industri. Termasuk pembenahan peralatan praktik perbengkelan, bekerja sama dengan SMKN 1 Pringgabaya.

"Update kemampuan kompetensi guru akan terus kami lakukan sesuai teknologi terkini, melalui program magang guru. Sehingga siswa kami mendapatkan ilmu yang riil sesuai kebutuhan industri dan tingkat keterserapan untuk DUDI meningkat," tutupnya.(RIN)