Suasana pertemuan kader dan pengurus PMII Loteng di kantor Dinas Kesehatan Loteng, Rabu (05/7/2023) tanpa dihadiri Kadinkes Loteng Suardi. Pihak Dinkes diwakili oleh Sekdis Lalu Muttawalli.FOTO IST/ LALU M IRSYAD POSTKOTANTB.COM LOTENG.
Lombok Tengah, (postkotantb.com) - Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lombok tengah (Loteng) Suardi memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor, konsultan perencana, Konsultan pengawas terkait dua (2) pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) yang berada di Desa Batu Jangkih dan Batu nyale.
Dalam penggilan semua komponen yang terlibat dalam pembangunan 2 PKM tersebut, dihadiri juga oleh beberapa Kader Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Loteng.
Hal tersebut dimaksudkan guna mengklarifikasi tuntutan PC PMII Loteng, pada saat aksi damai yang dilakukan di depan kantor Dinkes Loteng beberapa waktu yang lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PC PMII Loteng Dita Putra mengatakan, sangat kecewa dengan pertemuan yang dilakukan di ruangan Kadikes itu.
"Kami kecewa, tadi pagi di ruangannya pak Kadis kok terjadi main pimpong antara PPK, wakil PPK dan konsultan pengawas" Sebut Dita Putra.
Sedangkan pak Kadis Suardi tidak bisa menemani, karena mau rapat banggar di kantor DPRD Lombok Tengah, sehingga di serahkan ke Sekdis pak Lalu Mutawalli.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinkes Loteng Lalu mutawalli menyampaikan hasil temuan BPK dan sudah dikembalikan sebagian dan berkomitmen akan mengembalikan dalam waktu dekat.
Oleh sebab itu, Dita Putra meminta bukti pengembalian itu ditunjukkan ke pihaknya supaya tidak lagi menjadi isu liar di tengah masyarakat.
"Supaya kami percaya kalau sudah ada iktikad baiknya, akan tetapi dari PPK, perwakilan dari kontraktor, konsultan pengawas hanya menunjukkan coretan di selembar kertas yang semua orang bisa melakukannya," tambah Dita kesal.
Habib Halil selaku Ketua Dua PC PMII Loteng juga mempertanyakan terkait dengan proses pengerjaan ulang dari PKM Batu Nyala.
"Yang seharusnya dilanjutkan pengerjaannya di tahun 2022, akan tetapi kok dikerjakan di tahun 2023, sedangkan anggaran yang sudah jelas lebih di keluarkan belum di kembalikan secara keseluruhan lalu dapat anggaran dari mana?," Tanya Habib.
Coba tunjukkan DPA nya dan dokumen kontraknya, supaya kami tidak gagal paham terkait dengan dilanjutkan pembangunan puskesmas batu nyala itu.
Dianggap jawaban Sekdis kurang memuaskan, Habib menegaskan akan kembali melakukan aksi.
"Dan kami akan serahkan ke APH, jika APH tidak segera mengusut tuntas maka kami akan aksi kembali," ancamnya. (Irs).


0Komentar