HK Lalu Winengan Penanggungjawab Aksi. FOTO IST/POSTKOTANTB.COM
Mataram (postkotantb.com) - Sebanyak 1.000 orang gedor Polda NTB untuk melakukan aksi menuntut penangkapan pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang karena telah menghina kaum muslimin dan agama Islam.
Massa akan menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, 6 Juli 2023, menuntut polisi segera menangkap Panji Gumilang yang menghina agama dengan ajaran kontroversial kepada mahasiswa Al-Zaytun di Jawa Barat.
HK Lalu Winengan Penanggung jawab Aksi mengatakan, sepuluh koordinator lapangan akan dikirim ke operasi untuk memimpin aksi protes.
"Ya (operasi ini) serius. Ini operasi luar biasa dengan koordinator beranggotakan sepuluh orang," kata Lalu Winengan, Selasa (04/7/2023).
Massa pun mendesak polisi untuk menangkap seluruh pendukung Panji Gumilang, hingga mereka dapat dengan bebas dan tanpa rasa takut berbagi ajaran kontroversial.
"Kami menyerukan penangkapan Panji Gumilang dan pendukungnya," seunya.
Saat ditanya di mana massa menggelar aksi, Winengan yang akrab disapa HK mengatakan massa datang dari orang orang yang merasa pengikut Nabi.
"Massa Aksinya merasa umat Nabi dihina, itu yang buat tersinggung," ujarnya.
Kontroversi Panji Gumilang memicu protes di Pesantren Al-Zaytun. Panji Gumilang mengajarkan kepada siswa lagu lagu Yahudi atau salam Yahudi.
Kemudian shaf perempuan dan laki laki juga bercampur di pesantrennya saat melajsanakan sholat.
Pertentangan lain dari Al-Zaytun adalah, bahwa perempuan dapat menjadi penyiar shalat Jum'at, muadzin menghadap shalat ke jamaah dan bukan ke kiblat.
Al-Zaytun Juga diduga melakukan silih dengan uang dan terlibat dalam kegiatan Negara Islam Indonesia (NII).
Tak cukup berhenti di situ, Panji Gumilang juga mempertanyakan apakah Alquran itu firman Allah atau Tuhan. Panji meragukan bahwa Alquran adalah karya Nabi Muhammad. (GJI/Babe)



0Komentar