Baiq Nelly Yuniarti.AP. M.Si Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan Subandi SH, Kepala Desa Pagutan Kecamatan Batu Kliang Lombok Tengah. FOTO IST/LALU M IRSYADI POSTKOTANTB.COM


Lombok Tengah (postkotantb.com) - Perkembangan industri konveksi oleh masyarakat di Desa Pagutan Kecamatan Batu Kliang Lombok tengah mendapat perhatian dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB.

Dari hasil kunjungan ke sebuah kelompok konveksi bernama Asosisasi Pedagang Pagutan Bersyari'ah beranggotan puluhan orang di Desa Pagutan beberapa waktu lalu. Dinas Perdagangan NTB mendapati kemajuan yang cukup pesat.

Kondisi itu dirasa sangat selaras dengan apa yang digaungkan Gurbernur melalui program industrialisasi yang menginginkan NTB sebagai Daerah produsen. Dimana di NTB baru Desa Selagek Lotim yang maju konveksinya dengan brand Tiga Jaya.

"Komunitas dan kemampuan masyarakat dalam berindustri sudah banyak, hanya belum tersistem," utara Baiq Nelly Yuniarti Kadis Perdagangan NTB, baru-baru ini.

Ia melihat ekosistem industrialisasi di Pagutan sudah cukup baik. Pemdesnya sendiri telah memberi bantuan stimulus buat para penjahit. Tinggal bagaimana baik Pemprov, Pemkab, dan Pihak terkait berkolaborasi kembangkan potensi tersebut. Mulai dari bagaimana menyiapkan bahan baku yang mudah, murah dan cepat. Sehingga dapat menekan biaya produksi begitupun harga jual, menghasilkan produk berkualitas tapi terjangkau. Sehingga produknya mampu bersaing dipasar. Itulah maksud membangun sistem dan ekosistem.

" Bisa saja misalkan Pagutan difokuskan jadi sumber industri konveksi untuk membuat seragam sekolah, kan bisa membludak pesanannya," kata Nelly.

Diharapkan, para pelaku konveksi bergerak bersama yang tersentralisasi dalam satu wadah quality control yang besar atau kelompok seperti dibawah naungan Bumdes, baru bisa maju. Karena jika mendiri sendiri-sendiri akan sulit berkembang.

Kepala Desa Pagutan, Subandi SH sangat merespon positif segala masukan dari Disperindag NTB. Tentu apa yang menjadi hajatan bersama agar bisa bersinergi berjalan secara berkelanjutan.

"Kami bersama masyarakat sepakat kedepan dengan ide ingin bangun satu tempat khusus untuk konveksi, lalu buat MoU kerjasama dengan sekolah-sekolah untuk penuhi kebutuhan seragam," respon Subandi, Jum'at (21/7/2023).

Diakui, masyarakat masih berjalan mandiri, mereka bentuk koperasi, kemitraan, sampai memasarkan produknya sendiri melalui online.

Sementara intervensi Pemdes selama ini telah membantu sejak tahun 2020. Melakukan pembinaan dan pelatihan, sampai pengadaan mesin jahit atau obras.

" Kami sudah hadir membantu dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada mereka, tinggal kedepan bagaimana kita bersatu padu, bergerak bersama agar " Semua Jaya" sesuai merk yang kita cetuskan supaya dapat menyaingi Tiga Jaya," tandasnya. (Irs).