Breaking News

Absensi Mobile Guru Terus Digodok Sambil Jalan oleh BKPSDM Loteng

 


Anggun Christiani Kabid Pembinaan ASN BKPSDM Lombok Tengah. FOTO IST/LALU M IRSYADI


Lombok Tengah (postkotantb.com) - Sejak dimulai 01 Agustus 2023 lalu, penerapan absensi mobile berbasis android bagi guru se-Lombok tengah terus digodok sambil tetap dievaluasi dan melakukan berbagai upaya penyempurnaan sambil berjalan terhadap kendala dan persoalan yang muncul.

Hal demikian dikemukakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM ) Lombok tengah melalui Kepala Bidang pembinaan ASN, Anggun christina kepada postkotantb.com, Rabu (09/8/2023).

Anggun mengatakan, absensi mobile ini sudah dipersiapkan cukup matang sejak bulan Juli. Disosialisasikan kepada seluruh narahubung dan operator sekolah selama 2 minggu penuh langsung praktik dan barulah diterapkan awal Agustus secara merata.

" Sesungguhnya secara garis besar masih tahap uji coba sampai 6 bulan kedepan, rencana jadi kebijakan baku januari 2024, tapi semua guru harus melaksanakannya," ucap Anggun.

Mendukung itu semua, kata Dia, kapasitas server sudah aman. Hanya saja yang terjadi diawal adalah battenligt. Dimana saat digunakan secara serentak dalam waktu bersamaan, server dikeroyok oleh ribuan data guru yang masuk membludak. Akibatkan loading lama. Ibarat sebuah gedung kapasitas 600 orang dengan undangan 300 orang. Tapi datang dalam waktu bersamaan, masuk lewat satu pintu. Itulah yang coba diatur sambil jalan agar bisa teratur masuk ke sistem seperti antrian tertib tapi cepat.

" Yaa namanya baru mulai, pasti ada resistensi atau gangguan teknis, apalagi berkaitan dengan tekhnologi, hp bisa eror, belum lagi mati lampu," akunya.

Namun dia tegaskan, secara umum absensi online ini pada pekan pertama hasilnya menggembirakan, dan dia optimis akan alami trend positif selanjutnya. Memungkinkan berkembang jadi format aplikasi yang bisa diakses melalui playstore.

Kenapa harus absensi mobile ? maka mengacu pada regulasi peraturan perundang undangan yang ada dan  Perpres terbaru nomer 21 tahun 2023. Agar ASN wajib mentaati aturan masuk kerja dan memenuhi jam kerja sebanyak 37 jam setengah dalam seminggu. Sehingga cara ini diklaim lebih efektif dan efisien menginggat semua guru pasti punya android dan sinyal internet sudah merata.

" Kita ingin membangun budaya disiplin kerja ASN lebih pasti dengan pantauan tekhnologi plus lakukan pengawasan langsung dibanding manual tidak merepresentasikan absensi yang transparan,"  sambung Anggun.

Memantapkan absensi online, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Diskominfotik dan Disdik Loteng. Seperti yang disampaikan Diskominfotik bahwa wilayah Loteng sudah bebas blangspot. Namun ada daerah tertentu masih kekurangan sinyal, untuk kedepan akan ada pemetaan supaya melahirkan kebijakan yang kondisional.

" Kita akan coba dulu 1 bulan, direkap hasil absensinya untuk melihat mana yang lancar dan belum jadi bahan evaluasi berkala," terangnya.

Bagi yang mengalami kendala, ia himbau mengadu ke operator, narahubung, atau langsung ke kantor BKPSDM. Yang tidak absen misalnya karena mati lampu dan kehilangan jaringan internet melapor dengan membuat berita acara.

Sisi lain, ketika Tim Dev Diskominfotik sebagai mitra kolaborasi melengkapi, awal uji coba digunakan server berkapasitas ram 5 giga. Lalu akan upgrade speknya dinaikkan lagi ke 16 giga bulan Agustus ini.

" Seandainya upaya naikkan resource ini belum berhasil, mungkin dari sisi aplikasi yang akan dikelola," ungkap Tim Dev.

Untuk dimaklumi, dalam jalankan sistem pasti butuh testing dan proses. Tidak bisa langsung lancar.

" Kami setiap hari terus berusaha menyempurnakan, alhamdulillah sejauh ini masuk semua data absensinya baik check in start mulai jam 07.00 pagi dan check out end nya jam 15.30," paparnya.

Dihari pertama, 6 ribuan guru butuh waktu masuk selama 6 jam. Dihari kedua baru bisa masuk dalam jangka waktu 30 menit.

Tim Dev yakin penerapan di Loteng sukses. Jika mereferensi dari Daerah yang telah mengaplikasikannya semisal di Kebumen dengan akses 11.000 pengguna.

" Kami sudah mempelajari metodenya tinggal diterapkan," Tegas Tim Dev (irs)

0 Komentar

Posting Komentar
DISCLAIMER: POST KOTA NTB menggunakan iklan pihak ketiga ADSTERRA. Kami tidak bisa sepenuhnya mengatur tayangan iklan. Jika muncul tayangan iklan yang dianggap melanggar ketentuan, harap hubungi kami untuk kami tindaklanjuti.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close