Dok RIN.

Bima (postkotantb.com)- Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya yang handal dan mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka, Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Bima, Kamis hingga Jumat pekan ini, akan menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Tingkat Sekolah.

Kepala SLBN 1 Bima, Fahmi Hatib, M. Pd menuturkan, kegiatan Workshop tersebut merupakan arahan langsung dari Ibu Kepala Bidang Pendidikan Khusus (PK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. Hj. Eva Sofis Dari, S. Pd.,M.Pd., sebagai tindak lanjut dari kegiatan Bintek IKM Pendidikan Khusus bulan lalu, di Fave Hotel Kota Mataram.

Hal ini pun sekaligus sebagai upaya sekolah dalam hal pemberian bekal terhadap guru agar ke depan, bisa melaksanakan IKM dengan baik.

"Kalau sementara tahun kemarin kami masih ditahap sosialisasi kepada warga sekolah. Besok ini sebagai tahap pembekalan, terutama untuk P5 harus semua jenjang," ungkapnya, dikonfirmasi, Rabu (02/08).

Workshop yang dilaksanakan secara internal selama dua hari, dengan melibatkan sebanyak 50 guru berbagai jenjang untuk menjadi peserta. Mulai dari Kepala Cabang Dinas Dikbud Bima dan Kota Bima, Siti Maryatun, S. Pd.,MM, pengawas sekolah.

Kemudian narasumbernya, SLBN 1 Bima mengundang Kepala SMAN 1 Kota Bima Dedi Rosady, M. Pd, M. Si, bersama guru penggerak. "Sebelumnya, kami di sekolah ini sudah mencoba untuk beradaptasi, Alhamdulillah berjalan lancar," imbuhnya.

Di sisi lain, diakui bahwa workshop tersebut juga sebagai solusi. Sebab sebelumnya, SLBN 1 Bima mengalami kendala, khususnya terhadap kesiapan guru dalam menyerap dan melaksanakan IKM.

"Contoh, dulu kan guru terbiasa dengan penyusunan RPP ketika menerapkan K13. Nah dalam KM ini berubah, mereka harus bisa menyusun ATP, dan Modul Ajar. Modul Ajar ini penting dan bisa disusun secara kelompok berdasarkan jenjang pendidikan," bebernya.

Ia menambahkan, kegiatan Workshop IKM ini merupakan tahap pertama. Tahap selanjutnya, guru akan diarahkan untuk mengikuti beberapa pelatihan lain, baik secara individu, maupun klasikal. Seperti In House Training (IHT) dan Bimbingan Teknis.

"Nanti imbasnya bisa secara individu juga supaya diterapkan ke siswa di kelasnya masing-masing," jelasnya.(RIN)