![]() |
| Zaza Firzilya bersama Siti Mulyatul Hikmah, didampingi Waka Humas dan Koordinator BKK SMKN 2 Mataram. |
Mataram (postkotantb.com)- Dua Pelajar SMKN 2 Mataram viral lantaran diusia belia, sudah sukses menjadi wirausaha. Mereka adalah Zaza Firzilya, Siswi Kelas XI Jurusan Bisnis Digital dan Siti Mulyatul Hikmah, siswi kelas XI dengan jurusan yang sama.
Zaza dan Mulyatul sebelumnya sempat membuka usaha Rice Ball bersama dan lemasarannya secara online, baik Instagram dan Facebook. Usaha itu pun sukses dan mendatangkan omzet yang lumayan.
"Pernah kami jualan online lewat IG dan Facebook, Rice Ball dan keuntungannya lumayan," ungkap dua siswi ini dengan kompak, Jumat (15/09).
Usaha ini tidak bisa berjalan lama, karena ternyata keduanya juga membuka usaha di rumah masing-masing. Seperti Zaza, gadis murah senyum asal Karang Baru Selatan, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram itu, tiap malam menjalankan usaha Sosis Bakso Bakar di Jalan Udayana.
"Saya jalankan usaha ini sejak SD," imbuh Zaza.
Dari usahanya ini lanjut Zaza, ia dapat mengantongi omzet Rp. 200 ribu sampai dengan Rp. 500 ribu. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, perbulannya Zaza mampu memperoleh sebesar Rp. 6 juta, bahkan tembus Rp. 15 juta. Berbeda dengan Mulyatul. Ia selama ini jualan Sempol Ayam dirumahnya yang beralamat di Gatep, Kecamatan Ampenan.
Mulyati mengaku, modal awal yang digunakan untuk usaha tersebut sebesar Rp. 300 ribu. Dengan estimasi keuntungan mencapai Rp. 2 juta per dua hari. Jika dikalkulasikan secara keseluruhan, maka penghasilan Mulyati perbulannya bisa menembus Rp. 10 juta atau sekitar 70 persen.
"Sempol Ayam yang saya jual, tiap dua hari pasti habis," bebernya.
Sementara, Kepala SMKN 2 Mataram, H Munawar melalui Waka Kurikulumnya, Dading Qalbuadi menuturkan, lulusan SMK adalah Bekerja, Melanjutkan, Wiraswasta (BMW). Sebab SMK mendidik siswanya mulai dari keterampilan, pengetahuan dan sikap.
"Bagaimana mereka memiliki kompetensi yang layak untuk bekerja dujurusan yang mereka pelajari, Pemerintah saat ini tahu persaingan dunia kerja semakin ketat. Maka Kemendikbud membuat kurikulum Merdeka di mapel kreatif dan kewirausahaan," ujarnya
"Dari pencapaiannya, untuk pendidikan kewirausahaan bagaimana siswa bisa menghasilkan produk sesuai passion, kreatif, inovatif, ekonomis dan sesuai permintaan pasar. Baik barang maupun jasa," sambungnya.
Lebih jauh dijelaskan bahwa untuk pencapaian kewirausahaan ada dua hal yang diperhatikan. Pertama, kegiatan produksi, mulai dari perencanaan hingga jenis produk. Kedua, siswa bisa fokus kewirausahaan.
"Jadi jangan sampai anak SMK hanya bercita-cita sebagai pekerja," timpalnya.
Sedangkan Baiq Santi Mardianti Ika Milyana selaku Koordinator BKK, menambahkan, dalam jurusan pemasaran yang lebih ditekankan ialah mata pelajaran peningkatan kompetensi siswa. Dengan harapan, anak-anak tidak hanya produksi tapi mampu memasarkan produk.
"Karena diujian pun anak-anak harus menunjukan kemampuan memasarkan produk. Sehingga di gerai SMK kami, setiap produk siswa bisa dipasarkan di gerai ini. Dan di Semester III mereka bisa menjadi admin," jelasnya.(RIN)


0Komentar