Saat Sidak, Kamis (12/10), di SMKN 1 Labuapi, Komisi V DPRD NTB terkejut temukan laboratorium dan beberapa kelas yang kondisi fisiknya sudah tidak layak. Bahkan Salah satu bangunan kelas kondisi atapnya ambruk.

Lombok Barat (postkotantb.com)- SMKN 1 Labuapi menerima kedatangan rombongan Komisi V, DPRD NTB. Kedatangan rombongan legislator Udayana, Kamis (12/10) ini, merupakan Inspeksi Mendadak (Sidak) untuk mengetahui perkembangan sekolah tersebut.

Usai berkeliling mengecek sekolah, rombongan wakil rakyat mengaku kaget menemukan kondisinya yang memperihatinkan.

Seperti gedung Laboratorium yang sudah tidak layak, serta ada pula satu bangunan kelas yang mengalami rusak berat, dengan atap yang sudah ambruk akibat diguncang gempa Lombok 2018, serta angin puting beliung.

"Dibanding SMKN 1 Praya, kondisi SMKN 1 Labuapi sangat miris dan tidak terurus oleh Dinas Dikbud NTB," sindir Ketua Komisi V DPRD NTB H. Lalu Hadrian Irfani.

Hasil dari temuannya di sekolah ini kata Hadrian, akan ditindaklanjuti melalui rapat dan akan mengundang Dinas Dikbud NTB beserta jajarannya, termasuk Kepala SMKN 1 Labuapi untuk berdiskusi.


Bahkan kata Hadrian, akan ada gagasan- gagasan untuk mengembangkan Kejuruan di SMKN 1 Labuapi Tahun 2024 mendatang. Dengan alternatif jurusan yang belum ada di NTB sebagai daya tarik tersendiri.

Yakni jurusan SMK Penerbangan, kompetensi Mekanisasi Pesawat Udara, Teknik Elektronika Pesawat Udara, dan Teknik Listrik Pesawat Udara. "Yang tadinya hanya otomotif dan komputer, kita akan kembangkan dengan jurusan penerbangan,” sebutnya.

Ia menilai, jika kejuruan tersebut dibuka, maka untuk pengembangannya akan lebih mudah. Toh Kepala SMKN 1 Labuapi sendiri sudah membekali diri dengan konsep pengembangan kejuruan penerbangan.

"Konsep dari pak kepala sekolah, kita padukan dengan konsep Dikbud dan DPRD NTB, untuk sama sama kita perjuangkan, agar tahun ajaran 2024, SMKN 1 Labuapi sudah memiliki jurusan SMK Penerbangan," tegasnya.

Rencana untuk membuka jurusan  penerbangan sebagai wujud dari kesiapan sumber daya di NTB, menyambut keberadaan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM).

Sehingga ke depan, SMKN 1 Labuapi akan menjadi sekolah yang dapat mendukung sumber daya tersebut dan selaras dengan Tag Line Pj  Gubernur NTB, Maju Melaju. "Keberadaan BIZAM, NTB belum siap dengan sumber daya, jadi peluang diambil oleh tenaga luar yang sudah siap pakai," timpalnya.

Soal anggaran, Hadrian mengaku belum bisa memastikan berapa nilai yang akan diporsikan untuk merubah SMKN 1 Labuapi menjadi SMK Penerbangan.

“Kalau nilai anggaran itu Tentatif. Karena harus didiskusikan dulu dengan pihak pihak terkait untuk mendapatkan formula terbaik agar didukung dengan fasilitas memadai dan siswanya banyak menjadi tolok ukur keberhasilan dari sebuah SMK,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Labuapi L. Syayadi, S.T., M.M, mengungkapkan rasa syukurnya menyambut kedatangan rombongan Komisi V. Ia menilai, kunjungan mendadak itu sebagai energi baru, serta mendorong Dinas Dikbud NTB lebih memperhatikan sekolahnya.

"Kami juga berharap jurusan SMK Penerbangan dapat terealisasi tahun depan," harapnya.

Turut hadir dalam rombongan Komisi V DPRD NTB, Wakil Ketua Komisi V, H. Moh. Akri, Sekretaris Komisi V, Lalu Sudiartawan, SH, serta para anggota Komisi V, H. Muhammad Jamhur, H. Junaidi Arif, TGH Satriawan, dan Lalu Riadi.(RIN)