Suasana Dialog Publik yang dipandu oleh Ketua ALPA NTB Herman dan rekan. Foto Saprin Salam


Mataram (postkotantb.com) - Aliansi Pemuda Aktivis (ALPA-NTB) melakukan dialog publik dengan tema 'Sosialisasi Pengawasan Migas dan Bahan Pokok Penting di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tak hanya kebutuhan pokok yang melonjak, harga gas LPG 3 kg juga akan naik. Proses pendistribusian akan diawasi di tingkat pangkalan guna menghindari permainan harga.

Ketua ALPA NTB Herman, Rabu, 22 November 2023, menerangkan pemerintah sebenarnya telah melakukan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) gas LPG 3 kg pada 18 Juli 2023 lalu. Tetapi secara formalitas penyesuaian itu berlaku setelah ditandatangani surat keputusan terbaru.

Namun demikian, agar pemberlakuan HET terbaru berjalan kondusif, maka tahapan dilalui terlebih dahulu adalah berkoordinasi dan sosialisasi dengan kabupaten/kota terkait perubahan harga tersebut, agar ada persamaan persepsi.

“Agar penyesuaian HET berjalan kondusif perlu koordinasi lebih intensif untuk persamaan persepsi sehingga berjalan kondusif,'' terang Herman.

Koordinasi penyesuaian harga juga seharusnya harus melibatkan instansi-instansi pemerintahaan. Terutama aktivis dan mahasiswa. Apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di lapangan pasca penyesuaian harga tersebut, Herman menyebutkan, HET gas LPG 3 kg dari Rp12.750 naik menjadi Rp17.000 harga Rp19.500 ini diterima oleh masyarakat.

Pandi Ahmad, ikut mejelaskan sebagai pemateri akademisi tidak pungkiri bahwa masyarakat membeli tabung gas 3 kg itu di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Ia menjelaskan, proses pendistribusian gas elpiji dari Pertamina menuju agen kemudian ke pangkalan.

Pangkalan kembali menjual ke pengecer. Selama ini, masyarakat membeli gas elpiji di atas HET karena membeli di pengecer.

“Harus pemerintah lebih memperbanyak Pom-pomnya baru di berbagai kecamatan baru keputusan Gubenur nomor: 750-444 tahun 2023 bisa ekpektif,” jelasnya.

Pandi Ahmad menemukan indikasi permainan dari pangkalan. Mereka menjual tabung LPG 3 kg secara gelondongan. Ia mencontohkan, jatah diterima dari agen 100 tabung langsung dijual ke pengecer. Oleh karena itu, item komposisi HET yang diterima pangkalan dari Rp1.500 menjadi Rp 40000 diharapkan mengubah perilaku mereka, agar tidak mengotak-atik HET yang ditetapkan pemerintah.


Untuk pemberlakuan penyesuaian harga elpiji dilakukan apabila sudah dipandang situasi normal. Artinya, ketersediaan elpiji di masyarakat terpenuhi. “Kapan pun dan dimana pun masyarakat mencari elpiji tetap tersedia baru kemudian kita naikkan secara serentak di NTB,” jelasnya

Ahmad pandi berpandangan, pedagang terutama pengecer mulai curi start menaikkan harga LPG 3 kg. Padahal, pemerintah secara resmi telah memberlakukan penyesuaian harga tersebut. Maka pemerintah dalam hal ini pengawasan harga LPG 3 kilogram dari Rp15 ribu menjadi Rp19 ribu diharapkan dibarengi dengan ketersediaan stok, sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Di samping itu, proses pendistribusian perlu dibenahi sehingga konsumen tidak merasa kesulitan. Tandas Ahmad Pandi. (Red)

Editor : Aminuddin