Breaking News

Direktur LSM Forkots Opet Budjik Angkat Suara Terkait Penghinaan Mantan Gubernur NTB dan Adiknya Wabup Sumbawa

 


Sumbawa Besar (postkotantb.com) Opet yang juga calon anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Partai Perindo menilai pernyataan tak beradab Pemred PusaranNTB bernama Iwan sangat biadab. Dia menuntut Kepolisian Daerah (Polda) NTB merespons cepat muncul fitnah dan hoax yang bertebaran di media sosial jelang pemilu 2024 terhadap pribadi Bang Zul dan Wabup Sumbawa.

"Polda sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di NTB, khususnya Polres Sumbawa mesti segera mengambil langkah mencegah munculnya konflik politik akibat berbagai fitnah di media sosial jelang pemilu ini," ungkap Opet Budjik saat dihubungi GJI NTB melalui telepon dari Mataram, usai sholat magrib, Minggu,(12/11/ 2023).

Fitnah terhadap mantan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Dewi Noviany yang di luar batas adab serta menghina hak-hak dasar kemanusiaan, kata Opet bisa menjadi bola liar yang justru memicu inkondusifitas di NTB.

"Fitnah yang bertebaran di medsos secara membabi-buta seperti akun Facebook, 'Pemred Pusaranntb' yang menghina dan mencaci maki pribadi dan keluarga Bang Zul, bisa dituduh sebagai bagian dari kampanye hitam lawan-lawan politik. Pasalnya, Bang Zul dikabarkan akan maju lagi di Pilkada NTB untuk melanjutkan kepemimpinannya periode ke dua. Begitu pula Dewi Noviany yang akan maju sebagai calon Bupati Sumbawa di pilkada 2024 mendatang.

Sebelumnya, beredar akun fitnah dan hujatan serta caci maki terhadap pribadi mantan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

Kuasa hukum, Kusnaini, bahkan telah melaporkan kasus dugaan fitnah, hoax, dan persekusi di media sosial atas nama akun 'Pemred Pusaranntb' ke Polres Sumbawa, 4 Oktober 2023 lalu. laporan tersebut masih menunggu progres yang berarti. (Red)

0 Komentar

Posting Komentar
DISCLAIMER: POST KOTA NTB menggunakan iklan pihak ketiga ADSTERRA. Kami tidak bisa sepenuhnya mengatur tayangan iklan. Jika muncul tayangan iklan yang dianggap melanggar ketentuan, harap hubungi kami untuk kami tindaklanjuti.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close