![]() |
| Kepala Bidang SMK Dinas Dikbud NTB, Muh Khairul Ihwan, bersama Kepala Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIDA NTB, Lale Ira Amrita Sari, selaku narasumber, Rabu (6/12). |
Mataram (postkotantb.com)- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Peningkatan Kemampuan Managerial BLUD SMK. Sesuai Agenda, kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, dari Tanggal 5 sampai dengan 7 Desember 2023, di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram.
Ditemui, Rabu (6/12), Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan, Mu'azam menuturkan, kegiatan ini melibatkan 11 SMK yang telah mendapatkan SK BLUD Tahun 2022.
Yaitu SMKN 3 Mataram, SMKN 5 Mataram, SMKN 2 Kuripan, SMKN 1 Lingsar, SMKN 1 Selong, SMKN 1 Praya, SMKN 1 Taliwang, SMKN 2 Sumbawa, SMKN 1 Dompu, SMKN 1 Donggo dan SMKN 2 Kota Bima. Kehadiran SMK BLUD ini, bersama masing-masing pengelola BLUD.
Kegiatan ini juga melibatkan para narasumber dari sejumlah OPD Teknis lingkup Provinsi NTB. Diantaranya Bapedda, BPKAD, BRIDA, dan Inspektorat. Hadir pula para pengawas SMK. Total peserta, sekitar 140 orang.
"Kehadiran para pengelola BLUD, untuk mendengar langsung dari para narasumber terkait pola pengelolaan BLUD," ujarnya.
Kepala Bidang SMK Dinas Dikbud NTB, Muh Khairul Ihwan menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan mengevaluasi seberapa besar perkembangan pengelolaan BLUD, serta tingkat ketercapaian target, selama satu tahun ini. Hasilnya akan menjadi bahan untuk mempersiapkan agenda Tahun 2024 mendatang.
"Untuk target 2024 langkah-langkah apa supaya ercapai, dan kemudian akselerasi apa yang akan dilakukan agar SMK lebih hebat lagi ke depannya," terangnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan penyusunan laporan dan akan diasistensi oleh OPD Teknis, dalam hal ini, Tim BPKAD. Ini termasuk pelaporan omzet masing-masing sekolah, mulai September sampai Desember.
"Per September kemarin, laporan omzet 11 SMK BLUD sebesar Rp. 8,9 miliar. Yang Desember ini kami masih menunggu laporannya," jelasnya.
Kegiatan ini disambut baik Owner Pineapple of Lombok (Pinalo), Aisyah, karena selain bisa bertatap muka bersama para Kepala SMK BLUD, ke depannya dapat tercipta kerja sama kemitraan.
"Ini berarti bertambah lagi mitra kita. Itu sebabnya kemarin, setelah dari Aceh kita SMKN 1 Kota Raja, di sana sudah ada mesin-mesin. Karena sudah BLUD, kita ingin mereka jadi mitra kita, untuk menjadi supliyer serat daun nanas," ungkapnya.
Ia menceritakan, Pinalo mulai aktif membuka usaha serta daun nanas sejak Tahun 2020. Awal merintis usaha serat daun nanas, ia bekerja sama dengan SMK Ondak Jaya untuk membuat mesin produksi serat daun nanas. Setelah jadi, mesin-mesin tersebut diberikan ke kelompok petani.
"Sebelumnya kami memiliki empat kelompok petani," ulasnya.
Setelah menempuh training dan dinilai mampu menghasilkan serat daun nanas, hasil produksi akan dibeli lagi oleh Pilano dengan harga per kilogram Rp 130 ribu. Dengan semakin banyaknya kerja sama kemitraan, produk Pinalo akan semakin meningkat.
"Selama tiga tahun kami sudah menjual serat daun nanas sebanyak 20 ton. Itu satu ton daun nanas akan menghasilkan 1 kilogram serat. Jadi kalau 10 ton, berapa serat nanas yang bisa kita olah," imbuhnya.
Senada disampaikan Owner PT Karya Iwin Insani, Iwin Insani. Ia mengaku, perusahaan yang bergerak di sektor industri kosmetik natural ini juga aktif di tahun yang sama. Selama ini, bahan baku untuk memproduksi kosmetik, ia dapatkan dari luar NTB.
Dengan banyak mengenal Kepala SMK BLUD di kegiatan tersebut, membuka dan memberikan peluang kerja sama menyuplai bahan baku lokal. "Semakin banyaknya koneksi SMK akan membuat industrialisasi semakin bagus. semakin mempermudah pihak perusahaan untuk memperoleh banyak bahan baku," pujinya.(RIN)


0Komentar