Lombok Barat, (postkotantb.com) - Giri Menang Night Run, acara olahraga yang digelar di Lombok Barat, menuai kritik dari masyarakat. Acara yang membawa nama pemerintah ini ternyata membebankan biaya registrasi Rp150 ribu kepada peserta, memicu pertanyaan tentang prioritas dan transparansi penggunaan dana.

H Munawar, salah satu warga  mempertanyakan, "Kenapa kegiatan pemerintah malah membebankan biaya kepada peserta?" Ia menambahkan, "Pemerintah seharusnya menyediakan layanan publik, bukan menjadi event organizer komersial."

Acara ini sudah disponsori oleh Bank NTB Syariah, namun masih ada pungutan dari peserta. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang alokasi dana sponsor dan potensi double funding.

"Ruang publik milik masyarakat malah dipagari biaya. Apakah ini privatisasi terselubung?" sindir Munawar pedes.

Dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum memadai dan merata, biaya Rp150 ribu bisa menjadi beban. Acara publik seharusnya menyatukan, bukan membatasi.

Hadiah Rp13,5 juta yang ditawarkan juga menuai kritik, karena pada dasarnya berasal dari dana peserta dan sponsor.

Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan tentang kepantasan dan logika kebijakan publik. Jika event ini komersial, silakan. Tapi jika membawa nama pemerintah, seharusnya gratis atau sangat terjangkau, transparan, dan berpihak ke rakyat. (red)