Foto Istimewa
Lombok Utara (postkotantb.com) - Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan Hidup (OPAL) Kabupaten Lombok Utara (KLU), bekerjasama dengan Polres dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU melakukan penanaman pohon serentak di lima titik yaitu, Halaman Kantor DLH, Kantor Camat Gangga, Polsek Gangga, pinggir jalan raya Lendang Bagian - Sembaro dan di halaman Polres Lombok Utara, Jum'at (08/12/2023).
Aksi yang diprakarsai oleh Polres Lotara dan OPAL KLU berkolaborasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya dengan DLH KLU, Dikes KLU yang bertujuan untuk mengurangi dampak dari kondisi krisis iklim yang dirasakan sekarang sebagai dampak dari pemanasan global yang menyebabkan suhu bumi menjadi semakin panas.
Kegiatan diawali dengan koordinasi pihak Polres dengan OPAL KLU, DLH, Dikes dan Prokofim, gerakan hijaukan Bumi Tioq Tata Tunaq ini diharapkan menjadi salah satu contoh kepada OPD yang lain dan kelompok masyarakat khususnya di KLU untuk berbuat hal yang sama di lingkungan kantor masing-masing ataupun seputar pekarangan sendiri.
''Pentingnya menanam pohon yang mampu mnghasilkan oksigen yang sangat berharga bagi mahluk hidup dan sebagai pohon pelindung ketika musim kemarau panjang sebagaimana yang kita rasakan di tahun 2023 ini,'' kata Ketua OPAL KLU, Jaharudin pada postkotantb.com.
Dia menegaskan, dengan menanam pohon bisa memberikan nilai ekonomis yang mendatangkan keuntungan jika dipelihara dengan baik, seperti jenis pohon buah-buahan.
''Saya sendiri sebagai Ketua OPAL KLU setiap tahun melakukan kegiatan mulai dari pembibitan berbagai jenis tanaman bunga dan buah-buahan untuk disumbangkan sebagian dan dijual sebagian,'' ujarnya.
Aang sapaan akrabnya tidak memungkiri hasil penjualan dikembalikan untuk kebutuhan pembibitan pohon yang lebih banyak lagi seperti polibek, tanah kandang, sekam/cocopit dan kebutuhan perawatan bibit sampai dengan kelayakan tanamnya.
Ia dan teman-temannya memiliki gagasan yang sama diharapkan selalu bisa memberikan manfaat bagi orang lain khususnya lingkungan tempat tinggalnya.
“Mari bersama menjaga lingkungan kita agar senantiasa hijau dan lestari untuk masa depan anak cucu kita,'' pungkasnya.
Adapun bibit pohon di distribusikan secara gratis kepada warga dan sejumlah kantor seperti Kantor Camat Gangga, Polsek Gangga, Kapolres Lotara, sekolah, dan kelompok-kelompok masyarakat di seputaran hutan di KLU.
''Bibit pengadaan yang didistribusikan bersumber dari usulan menggunakan anggaran APBDP 2023,'' ungkapnya.
DLH KLU melalui Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Gatot Putranom, ST mengatakan, sebagian bibit juga dari OPAL KLU secara swadaya.
Aneka jenis pohon/tanaman keras dan buah-buahan berupa Nangka Gengah, bibit Sawo, Jambu Jamaika, Ketapang Kencana, Cabe Buya, Pucuk Merah, Palm Ekor Tupai, Palm Merah dll.
Adanya gerakan tanam pohon secara massal di beberapa titik wilayah KLU diharapkan dapat menghijaukan Bumi Tioq Tata Tunaq, yang akan dilanjutkan kegiatan serupa, di beberapa hutan adat dan lahan-lahan tidur akan kembali produktif.
Dengan demikian dapat menopang keberlangsungan mata air dan mencegah bencana alam lainnya yang berpotensi terjadi.
Di samping itu, secara implisit dapat meningkatkan kesadaran dari Gemar Nebang menjadi Gemar menanam.
''Harapannya setelah penanaman harus di rawat dan pelihara dengan baik agar tidak sia belaka mengingat standar bibit dan kualitas baik antara 2-3 meteran. Ini tentunya akan tumbuh baik jika di pelihara dengan baik,'' kata Kabid.
Sebagai maklum secara bertahap kegiatam serupa akan di laksanakan sembari terkumpulnya bibit yang lain.
Sedangkan ratusan bibit yang hari ini di tanam, belum mencukupi kebutuhan karena luasnya lahan tanam yang perlu dihijaukan mengingat kondisi alam yang semakin kehidupan mahluk hidup.
Pada tahun lalu, OPAL dan DLH juga melakukan penghijauan di Desa Senaru, hutan adat Baru Murmas, Lenek, hutan Adat Bu Ani, hutan adat si desa Tegalmaja, seputaran pantai Bangsal Pamenang, Seputaran Terminal Teloknara, Pantai Sedayu Lekok danbeberapa tempat ibadah di wilayah kecamatan Gangga.
OPAL KLU sendiri menyalurkan bantuan secara suadaya dengan jumlah terbatas pula. " Kami tidak mampu memenuhi permintaan masyarakat lantaran keterbatasan kemampuan lembaga yang setiap tahun mengadakan kegiatan sosial di bidang lingkungan"
Bagi kami Organisasi pemerhati alam dan lingkungan (OPAL KLU) tetap secara rutin melakukan kegiatan sosial di bidang lingkungan meski dengan keterbatasan kami, ungkapnya.
Mudah mudahan ada pihak lain yang berniat kerja sama secara bersuadaya dan tidak mengikat untuk membantu masyatakat di wilayah KLU terkait kebutuhan bibit yang di harapkan. Bersamaan dengan pelaksanaan Aksi menanam serentak juga OPAL - KLU bagi bagi bibit Pucuk merah untuk di tanam di lingkungan Masjid dan tempat ibadah lainnya. (Red)




0Komentar